
Ifonti.com – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8%-12%.
Hingga Maret 2026, pertumbuhan kredit tercatat tumbuh 9,49% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37% YoY.
“Kredit terus tumbuh dengan baik dan meningkat secara bertahap sejalan dengan pemulihan ekonomi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers RDG BI, Rabu (22/4).
Untuk mencapai target penyaluran kredit hingga double digit, BI terus memperkuat stimulus melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama April 2026, total insentif likuiditas makroprudensial yang telah digelontorkan mencapai Rp 427,9 triliun.
Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% pada Maret 2026, Kredit Investasi Jadi Motor Penggerak
Dari jumlah tersebut, alokasi pada lending channel sebesar Rp358,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp69,9 triliun.
Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp224,0 triliun, BUSN sebesar Rp166,6 triliun, BPD sebesar Rp29,6 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,8 triliun.
Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.
Dari sisi sektor, penyaluran insentif difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang mendukung program pemerintah. Di antaranya sektor pertanian, industri, hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, serta sektor produksi lainnya.
Selain itu, sektor perumahan rakyat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta pembiayaan inklusif dan berkelanjutan juga menjadi sasaran utama.
Perry menegaskan, arah kebijakan tersebut dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah guna mendukung berbagai program prioritas nasional.
“Kami arahkan ke sektor-sektor yang mendukung program pemerintah, termasuk agenda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Perry mengatakan, dengan dukungan likuiditas yang memadai serta fokus pada sektor produktif, BI optimistis pertumbuhan kredit akan terus menguat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
NPL Konstruksi BTN Masih Tinggi, Manajemen Beberkan Penyebabnya