
Ifonti.com , JAKARTA — PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) senilai hampir Rp950 miliar lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Corporate Secretary DEWA Mukson Arif Rosyidi mengatakan perseroan telah merealisasikan seluruh program buyback sebagaimana mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023.
“Perseroan telah melaksanakan pembelian kembali saham seluruhnya,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (16/2/2026).
: Investor Asing yang Tampung Saham Darma Henwa (DEWA), Target Harga Masih Tinggi
Ia menjelaskan total saham yang dibeli kembali mencapai 1.638.793.874 lembar atau setara 4,03% dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun dana yang digunakan mencapai Rp949,99 miliar atau 99,999997% dari alokasi maksimal Rp950 miliar.
Dengan realisasi tersebut, pelaksanaan buyback dinyatakan berakhir pada 13 Februari 2026, lebih cepat dari target awal yang dijadwalkan hingga 19 Februari 2026.
: : Emiten Grup Bakrie Darma Henwa (DEWA) Raup Laba Rp239,14 Miliar, Tumbuh 519,28%
Perseroan juga menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Program buyback saham sendiri merupakan salah satu instrumen yang diperkenankan regulator dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan, dengan tujuan menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor.
: : Darma Henwa (DEWA) Perpanjang Kontrak Tambang dengan Arutmin Rp10,5 Triliun
Di lantai Bursa, saham DEWA terpantau menguat 9,73% atau 55 poin ke level Rp620 per lembar pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (13/2/2026). Kendati begitu, sepanjang tahun berjalan 2025, saham milik Grup Bakrie tersebut telah terkoreksi 17,33%.
Kinerja DEWA
Dari sisi kinerja keuangan, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) meraih laba bersih Rp239,14 miliar pada kuartal III/2025. Laba bersih DEWA itu tumbuh 519,28% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp38,61 miliar pada periode September 2024.
Mengutip laporan keuangan, pendapatan DEWA sejatinya relatif stabil. DEWA meraup pendapatan sebesar Rp4,65 triliun pada kuartal III/2025, hanya tumbuh 2,80%.
Pendapatan DEWA berasal dari layanan kepada pihak berelasi yang terdiri dari PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Selain itu ada juga pihak ketiga yang porsinya sangat kecil, hanya menyumbang Rp204,44 miliar.
Walau begitu, DEWA mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp3,97 triliun pada kuartal III/2025, turun 5,25% YoY. Hal itu membuat laba kotor DEWA menjadi sebesar Rp673,15 miliar, naik 106,64% YoY dibandingkan Rp325,75 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Pada sisi neraca, total aset DEWA tercatat sebesar Rp10,83 triliun, naik 26,92% dibandingkan posisi akhir 2024 lalu. Peningkatan aset itu terutama karena ekuitas dan liabilitas yang kompak naik.
Liabilitas DEWA tercatat sebesar Rp6,14 triliun, tumbuh 11,90% dibandingkan akhir 2024, sementara ekuitas naik 54,08% menjadi Rp4,68 triliun pada kuartal III/2025.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.