Dibayangi sentimen serangan AS ke Venezuela, IHSG masih berpeluang cetak ATH pekan ini

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan terpengaruh sentimen ketegangan geopolitik global antara AS dan Venezuela. Namun, IHSG masih diproyeksikan mencetak rekor baru didorong oleh berlanjutnya January Effect. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,17% ke level 8.748,13 pada perdagangan perdana 2026 pekan lalu (2/1/2026).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menjelaskan penguatan ini didorong oleh aksi akumulasi investor asing. Pasar saham Indonesia mencatatkan masuknya dana asing dengan nilai beli bersih atau net buy asing sebesar Rp1,06 triliun pada perdagangan perdana 2026.

Dari sisi sentimen, pergerakan positif IHSG dipengaruhi oleh lanjutan Santa Claus Rally pada akhir Desember dan mulai berjalannya January Effect sejak 2 Januari 2026. Kondisi tersebut juga mendorong risk appetite pasar dan menjaga momentum bullish IHSG pada awal tahun.

Adapun, pada perdagangan pekan ini, 5-9 Januari 2026, Hari optimistis IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan dukungan January Effect, berlanjutnya akumulasi investor asing, serta rilis data ekonomi domestik yang berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar.

IHSG pun diproyeksikan masih mampu mencetak rekor-rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) baru. Pada 2025, IHSG telah mencatatkan 24 kali ATH. Rekor ATH terbaru dicapai pada 8 Desember 2025 di level 8.711.

: IHSG Rawan Lesu Imbas Serangan AS ke Venezuela, Cek Saham Ini!

Menurutnya, dari dalam negeri, terdapat beberapa indikator penting yang akan dirilis meliputi data neraca dagang, inflasi, serta Consumer Confidence Index. Konsensus pasar memperkirakan neraca dagang tetap solid dan inflasi berada dalam level terkendali.

Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat sentimen positif pasar, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

“Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global. Namun secara keseluruhan, peluang penguatan masih terbuka,” kata Hari dalam keterangan tertulis pada Senin (5/1/2026).

Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan AS dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan.

“Manajemen risiko pun tetap perlu diperhatikan, mengingat dalam kondisi pasar yang cenderung bullish, potensi aksi profit taking tetap terbuka,” ujar Hari.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 8.725 – 8.780, seiring terjaganya momentum bullish.

Berikut rekomendasi saham pilihan IPOT Sekuritas pekan ini, 5-9 Januari 2026:

1. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL)

IPOT merekomendasikan buy untuk BULL dengan target harga Rp620 per lembar. Secara teknikal, saham BULL masih berada dalam tren naik (uptrend) yang ditandai dengan pergerakan harga yang konsisten di atas garis EMA-5 hingga EMA-50, mencerminkan momentum beli yang tetap terjaga. 

Penguatan pada perdagangan Jumat, (2/1/2026) di mana harga berhasil bertahan di atas level psikologis Rp500, menjadi konfirmasi lanjutan atas kekuatan tren tersebut. Kondisi ini membuka peluang bagi saham BULL untuk melanjutkan kenaikan menuju area resist berikutnya di area Rp620.

2. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA)

IPOT merekomendasikan BUVA dengan target harga Rp1.830 per saham. Penguatan saham BUVA pada perdagangan pekan lalu memberikan sinyal bahwa saham ini masih berpotensi melanjutkan tren naik, tercermin dari pergerakan harga yang tetap bertahan di atas area EMA-5 hingga EMA-50. 

Secara teknikal, kondisi tersebut membuka peluang bagi BUVA untuk kembali menguji area resist di kisaran Rp1.830 dalam waktu dekat. Potensi penguatan pada pekan ini juga didukung oleh aksi akumulasi investor asing yang tercatat mencapai sekitar Rp32 miliar dalam sepekan terakhir, sehingga menjaga sentimen positif dan momentum kenaikan saham BUVA.

3. PT Impack Pratama Industries Tbk. (IMPC)

IPOT merekomendasikan buy untuk IMPC dengan target harga Rp4.230 per saham. Saham IMPC masih menunjukkan potensi penguatan setelah berhasil menembus area all time high, yang menandakan kelanjutan tren bullish. 

Momentum kenaikan ini turut didukung oleh aksi akumulasi investor asing yang mencapai sekitar Rp113 miliar pada pekan sebelumnya, mencerminkan minat beli yang kuat. Dengan dukungan aliran dana asing tersebut, IMPC dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama sentimen pasar dan momentum teknikal tetap terjaga.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.