BTN: Perluasan RIM BI bisa dorong intermediasi perbankan

Ifonti.com – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai pelonggaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) oleh Bank Indonesia (BI) dapat memperkuat fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan di tengah tekanan suku bunga dan kebutuhan ekspansi kredit. Sebagaimana diketahui, BI memperluas cakupan surat berharga korporasi dan surat berharga syariah korporasi yang dapat diperhitungkan dalam komponen RIM. Kebijakan ini…

Bank Mandiri: Pelonggaran RIM BI bisa dorong pertumbuhan kredit perbankan

Ifonti.com JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna memperbesar kapasitas perbankan dalam mendorong pertumbuhan kredit di tengah tekanan likuiditas dan tingginya suku bunga. Melalui kebijakan terbaru, BI melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan serta memperkuat kriteria surat berharga korporasi dan surat berharga syariah korporasi yang dimiliki maupun…

Saham terboncos pekan ini: TPIA milik orang terkaya RI Prajogo Pangestu

Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini periode 18—22 Mei 2026 rontok. Di tengah melemahnya IHSG, tercatat sejumlah saham yang turun maupun naik signifikan. Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham yang masuk deretan top gainers, kenaikannya tertinggi hanya sekitar 20-an persen, yakni PT LCK Glo…

Kevin Warsh resmi gantikan Jerome Powell jadi ketua The Fed

Jakarta, IDN Times – Kevin Warsh resmi dilantik menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (22/5/2026) waktu setempat. Penunjukkan Warsh menempatkannya untuk memimpin bank sentral AS dalam menghadapi kondisi ekonomi yang penuh gejolak, dan tekanan…

BNI: Kenaikan BI rate keputusan tepat, intermediasi bakal tetap terjaga

Ifonti.com JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih tinggi. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kebijakan tersebut mencerminkan respons proaktif otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar…