Sepekan, IHSG terkoreksi 8,35 persen
Ifonti.com JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja beragam pada data perdagangan saham pada sepekan terakhir atau periode 18—22 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih…
Ifonti.com JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja beragam pada data perdagangan saham pada sepekan terakhir atau periode 18—22 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih…
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25%, mempengaruhi suku bunga KPR. Berikut simulasi cicilan KPR Mandiri.
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
Ifonti.com JAKARTA. Selama sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode perdagangan 18—22 Mei 2026 melemah cukup dalam. IHSG selama sepekan terkoreksi sebesar 8,35% dan ditutup pada level 6.162,045 dari posisi 6.723,320 pada pekan sebelumnya. Tapi Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rilis Jumat (22/5/2026) memaparkan jika beberapa aktivitas transaksi justru positif. Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini meningkat 15,68% menjadi…
PGN (PGAS) akan membagikan dividen 80% dari laba 2025 sebesar US$172,3 juta, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid.
Ifonti.com Jakarta. Pelemahan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjadi hingga pekan ketiga Mei 2026. Investor kakap Lo Kheng Hong memanfaatkan momentum ini untuk menambah portofolio investasi saham. Untuk pertama kali, Lo Kheng Hong menjadi pemilik saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (21/5/2026), investor senior Lo Kheng Hong membeli sebanyak 793,64 juta…
PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) akan membagikan dividen US$450 juta untuk tahun buku 2025, setara 59% dari laba bersih.
BI Ubah Skema Insentif KLM Agar Bunga Kredit Tak Melonjak Usai BI Rate Naik #bisnisupdate #update #bisnis #text
BJ Habibie berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis moneter 1998 dengan menstabilkan nilai tukar rupiah. Apakah resepnya masih relevan menyelamatkan rupiah saat ini?
Pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak global dinilai berpotensi mengerek defisit APBN melampaui 3% PDB.