
Ifonti.com , JAKARTA — Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini Jumat (13/2/2026) saat Presiden Prabowo Subianto menjelaskan arah ekonomi Indonesia dalam Indonesia Economic Outlook 2026. Sepanjang hari, IHSG bergerak fluktuatif dengan mayoritas saham konstituen melemah ke level SMGR hingga TLKM.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG parkir di level 8.212,27 turun 0,53,08 basis point atau sebesar 0,64% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 8.170,59 hingga 8.251,99.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp23,37 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 45,79 miliar saham. Mayoritas saham konstituen atau sebanyak saham 429 saham memerah, 282 saham menghijau, dan 247 saham stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung negatif dan selektif.
: Di Balik Rencana MAMI Akuisisi Schroders Indonesia
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dari Indeks LQ45 yang memimpin pelemahan terbesar adalah PT Semen Indonesia (persero) Tbk. (SMGR) terkoreksi 5,94% ke level Rp3.010, disusul saham PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) terdepresiasi 5,32% ke level Rp2.850, PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk. (PGAS) melemah 4,5% ke level Rp2.130.
Berikutnya saham-saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 3,12% ke level Rp1.865, saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM) turun 3,09% ke level Rp3.450
: : Danantara Pastikan Garuda (GIIA) jadi Holding Maskapai BUMN Kuartal I/2026
Sebaliknya saham-saham konstituen yang mengalami penguatan adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik sebesar 8,15% ke level Rp292, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP) naik 3,14% ke level Rp1.325, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat sebesar 2,26% ke level Rp29.400
Selanjutnya juga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 0,94% ke level Rp3.220, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) naik 0,79% ke level Rp22.200.
: : Kabar Terang Pemilik Saham Tambang BUMI, Anthoni Salim dan Adik Bungsu Bakrie jadi Pengendali Akhir
IHSG. – TradingView
Pelemahan ini di tengah langkah Presiden Prabowo mengumpulkan para pemangku kepentingan dalam gelaran sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara pada Jumat (14/2/2026). Dalam pertemuan bersama pengusaha dan pelaku ekonomi itu Presiden Prabowo menjelaskan bahwa stabilitas politik di Indonesia bisa terjaga dengan baik. Hal tersebut menjadi modal dalam menggaet investasi. Pemerintah pun menjaga semua komitmen atau perjanjian yang dibangun terkait dengan investasi. Pemerintah pun terbuka akan adanya investasi dari mana pun.
“Saya namakan saya punya strategi adalah: Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah. Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin,” katanya dalam gelaran sarasehan ekonomi yaitu Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara pada Jumat (14/2/2026).
Dengan strategi tersebut menurutnya Indonesia tidak akan menjadi raksasa yang tertidur. Indonesia akan bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya.
Sebelumnya, Tim riset Sinarmas Sekuritas menyebut pelaku pasar menantikan rilisnya data Consumer Price Index AS untuk melihat arah kebijakan The Fed ke depan. Namun, pelaku pasar juga mengurangi spekulasi akan pelonggaran kebijakan The Fed di tengah data ketenagakerjaan yang baru-baru ini rilis menunjukkan tanda-tanda penguatan
Tak hanya itu, Presiden AS Donald Trump menunda sejumlah kebijakan penting terkait keamanan teknologi dengan China, menjelang pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada April.
Dari sentimen domestik, Danantara melalui Dony Oskaria menyatakan rencana memangkas jumlah BUMN asuransi dari 15 menjadi 3 entitas. Selain itu, LPS meminta pemerintah memperjelas komunikasi kebijakan ke lembaga rating usai outlook Indonesia diturunkan menjadi negatif.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.