Kinerja moncer 2025, Merck tebar dividen final Rp275 per saham

Jakarta, IDN Times – PT Merck Tbk menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau Rp275 per saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Perseroan juga mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. Pendapatan Merck meningkat 16 persen menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,04 triliun pada 2024.

“Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba usaha perseroan naik 66 persen, dari Rp193 miliar menjadi Rp320 miliar. Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat 59 persen menjadi Rp244 miliar, dibandingkan Rp153 miliar pada tahun sebelumnya,” ujar Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin, dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Emiten MDLA–Merck Perluas Jangkauan Bisnis di Sektor Kesehatan 1. Merck Tbk perkuat bisnis healthcare, aset naik 33 Persen pada 2025

Ia menjelaskan, kinerja perseroan pada 2025 dan kuartal I-2026 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

“Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kami akan tetap berfokus membangun bisnis yang adaptif, tangguh, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

Total aset pada 2025 mencapai Rp1,27 triliun atau meningkat 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekuitas meningkat 21 persen menjadi Rp976 miliar seiring kenaikan saldo laba.

Selain itu, perseroan mencatat peningkatan arus kas operasi yang kuat sepanjang 2025, didukung peningkatan penerimaan kas dari pelanggan serta pengelolaan operasional yang disiplin.

27 Perusahaan Farmasi akan Produksi Obat COVID-19 Merck, Molnupiravir 2. Penjualan produk diabetes melonjak 51,1 persen

Sebagai perusahaan yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, Merck melanjutkan momentum positif pada kuartal I-2026. Kinerja perseroan tumbuh sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan seluruh divisi usaha, khususnya produk Healthcare, baik kepada mitra utama maupun dari kegiatan ekspor. Pada kuartal I-2026, produk diabetes tetap menjadi kontributor utama terhadap penjualan bisnis Healthcare dengan kontribusi sebesar 24 persen dan mencatat pertumbuhan 51,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Selain itu, produk fertility mencatat pertumbuhan 18,2 persen, thyroid sebesar 44,9 persen, serta endocrinology sebesar 2,4 persen. Peningkatan volume penjualan dan perubahan komposisi produk (product mix) turut mendorong kenaikan laba bruto sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tegasnya.

Obat COVID-19 Buatan Merck Picu Mutasi Virus? Ini Faktanya! 3. Merck catat lonjakan laba usaha 380 persen pada kuartal I-2026

Perseroan juga mencatat peningkatan laba usaha kuartal I-2026 sekitar 380 persen secara tahunan (year on year/yoy) seiring efisiensi biaya operasional. Posisi kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi sekitar Rp443 miliar pada akhir Maret 2026, didukung peningkatan arus kas operasi.

Perseroan terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perseroan meyakini kemajuan sains dan praktik bisnis berkelanjutan harus berjalan beriringan dalam mendukung akses kesehatan bagi lebih banyak pasien.

“Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan lingkungan pada 2025, perseroan berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) scope 1 dan 2 hingga 87,5 persen dibandingkan tahun dasar 2020, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan untuk 2030,” tegasnya.

Pengurangan emisi tersebut didukung pengoperasian panel surya rooftop sejak 2024 serta penggunaan energi terbarukan untuk fasilitas operasional di Jakarta. Selain itu, perseroan melanjutkan berbagai inisiatif keberlanjutan lainnya, termasuk efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah berbasis prinsip 4R, serta program penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon bakau guna mendukung pengurangan emisi karbon dan pelestarian ekosistem