Pendapatan premi unitlink tumbuh melambat jadi 3,68% per Maret 2026

Ifonti.com JAKARTA. Pendapatan premi produk unitlink mengalami perlambatan pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi unitlink tercatat sebesar Rp 11,37 triliun per Maret 2026. Nilainya tumbuh 3,68% secara Year on Year (YoY). 

“Pertumbuhan itu menunjukkan bahwa kinerja unitlink masih tetap positif, meskipun lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (16/5/2026).

Jika ditelaah dari data OJK, pertumbuhan premi unitlink per Maret 2026 terbilang melambat dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Berdasarkan data per Februari 2026, premi unitlink mencapai Rp 7,89 triliun atau tumbuh 5,17% YoY.

Meski demikian, Ogi menerangkan kinerja positif premi unitlink tersebut tak telepas dari adanya implementasi Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022.

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 17.705 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (20/5)

Dia mengatakan, sejak saat itu, pertumbuhan unitlink lebih mencerminkan proses konsolidasi dan perbaikan kualitas bisnis, antara lain melalui penguatan praktik underwriting, seleksi risiko, serta peningkatan transparansi manfaat dan karakteristik produk kepada nasabah. 

Dengan demikian, dia bilang pertumbuhan yang terjadi tidak semata-mata didorong oleh pemasaran agresif, tetapi juga upaya membangun kepercayaan dan kualitas produk yang lebih baik. 

Sementara itu, Ogi juga menyampaikan pertumbuhan unitlink itu mencerminkan minat masyarakat terhadap produk berbasis investasi yang masih terjaga, khususnya untuk kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang. 

Namun, dia memperkirakan pertumbuhan unitlink ke depan akan lebih moderat dan selektif. Hal itu seiring dengan fokus industri terhadap keberlanjutan produk, serta kesesuaian dengan profil risiko nasabah. 

Dari sisi klaim, OJK mencatat, klaim unitlink mencapai Rp 13,30 triliun, atau menurun 7,99% secara YoY per Maret 2026.