Saham HRTA, ARCI, dan ANTM cs melaju kala harga emas dunia cetak ATH

Ifonti.com , JAKARTA — Saham emiten berbasis logam mulia, seperti HRTA, ARCI dan ANTM kompak menguat di tengah kenaikan harga emas di pasar spot yang mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH). 

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.22 WIB, Senin (12/1/2026), saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) berada di zona hijau dengan kenaikan sebesar 10,92% ke level Rp2.640 per saham.

Kenaikan itu diikuti saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) yang menguat 8,85% ke Rp1.845 dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tumbuh 6,34% ke Rp3.860.

: Pergerakan Harga Emas Hari Ini Senin, 12 Januari 2026 di Pasar Spot

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) juga menguat 4,21% menuju level Rp5.575, sementara saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) naik 4,17% dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) tumbuh 4,07%.

Kenaikan saham-saham tersebut dipengaruhi oleh harga emas di pasar spot yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah melonjak 1,95% ke level US$4.597,7 per troy ounce pada perdagangan Senin (12/1/2026) pagi. 

: : Harga Emas Global Cetak Rekor Baru, Saham HRTA, ANTM, BRMS Merekah

Penguatan signifikan ini dipicu oleh kombinasi pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik global.

Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, dalam laporannya menjelaskan bahwa kenaikan harga logam mulia tersebut didorong oleh ekspektasi pasar terhadap berlanjutnya kebijakan pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.

: : Harga Emas Antam Tembus Rp2.602.000 per Gram Hari Ini (12/1)

Sentimen ini menguat setelah rilis data non-farm payrolls AS periode Desember 2025 yang tercatat hanya bertambah sebanyak 50.000 lapangan kerja. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi konsensus yang mematok level 60.000, meski membaik dari November 2025 yang sempat terkontraksi 56.000.

Di sisi lain, daya tarik emas sebagai aset aman (safe-haven) kian kokoh seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk eskalasi demonstrasi yang terjadi di Iran. Kondisi ketidakpastian ini mendorong investor mengalihkan aset ke komoditas yang dinilai lebih stabil di tengah gejolak pasar global.

Melvin menyatakan bahwa reli harga emas dunia dapat menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten emas, seperti ARCI, EMAS, BRMS, MDKA, PSAB, dan ANTM seiring potensi kenaikan average selling price (ASP) dan margin.

“Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen emas karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata [ASP] dan margin laba perseroan,” pungkas Melvin.

_________ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.