
Ifonti.com , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan depan diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi, usai mengalami penurunan sepanjang pekan lalu. Pada kondisi pasar yang diperkirakan bergerak mendatar ini, saham BSDE sampai ANTM masuk ke dalam radar analis untuk dicermati.
Tim riset Phintraco Sekuritas menjabarkan, pelemahan IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (23/1) sebesar 0,46% ke 8.951 antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free-float saham-saham Indonesia yang dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing, terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi.
Secara teknikal, riset tersebut menjelaskan bahwa tekanan jual pada beberapa saham dengan kapitalisasi besar telah mendorong indikator MACD IHSG mengalami Death Cross, sedangkan Stochastic RSI mengarah ke area oversold. IHSG akhir pekan lalu ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA20 dan MA50 setelah sempat menembus level MA20 pada perdagangan intraday.
: Depresiasi Rupiah hingga Net Sell Asing Bebani Langkah IHSG Sepekan
“Sehingga diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound,” tulis riset tersebut, dikutip Minggu (25/1/2026).
Untuk rekomendasi, Phintraco Sekuritas memasukkan beberapa saham ke dalam daftar top picks perdagangan Senin (26/1/2026) pekan depan dengan rekomendasi buy, yaitu saham PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dengan target harga Rp1.140, kemudian saham PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dengan target harga Rp1.320, lalu saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dengan target harga Rp2.280 dan Rp2.310, saham PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) dengan target harga Rp1.600 dan Rp1.700, hingga saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dengan target harga Rp795 dan Rp850.
: : IHSG Sepekan Melemah 1,37%, Dana Asing Menguap Rp3,25 Triliun
Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG pada perdagangan awal pekan depan masih rawan terkoreksi.
“Meskipun menguat nampaknya akan cenderung terbatas menguji rentang 8.960-8.985, tetap cermati area koreksi yang berada di 8.708-8.790,” tulis riset tersebut.
: : Proyeksi IHSG Pekan Depan, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed
Untuk saham-saham pilihan pada perdagangan Senin (26/1), MNC Sekuritas menyematkan rekomendasi buy on weakness pada saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan target harga Rp4.440 dan Rp4.580, lalu saham PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) dengan strategi speculative buy dan target harga Rp394 dan Rp418.
Berikutnya, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dengan target harga Rp2.490 dan Rp2.720. Terakhir, sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada saham PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dengan target harga Rp925 dan Rp1.040.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.