
Ifonti.com , JAKARTA—Kasus dugaan pidana pasar modal yang menyangkut PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) dan PT Shinhan Sekuritas sedang diselidiki oleh Bareskrim Polri. Kasus itu terungkap setelah harga saham PIPA sempat melejit tajam pada awal kuartal IV/2025 dan kembali anjlok pada awal 2026.
Seperti diberitakan Bisnis, Bareskrim Polri sedang menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait dengan aksi IPO PT Multi Makmur Lemindo. Penyelidikan dilakukan dengan menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas sebagai penjamin emisi efek (underwriter) IPO Multi Makmur Lemindo.
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyampaikan bahwa tindakan penggeledahan ini juga dilakukan untuk mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“PT Shinhan Sekuritas, yang merupakan penjamin emisi efek PT MML saat IPO,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Inisial PT MML dan PT Shinhan Sekuritas yang dimaksud Ade identik dengan PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA).
Multi Makmur Lemindo menempuh aksi go public dengan menggelar penawaran umum perdana saham atau (initial public offering/IPO) pada Maret-April 2023. Dalam IPO, PIPA menawarkan 925 juta saham baru atau sebanyak 27,01% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan nilai nominal Rp20 per saham.
PIPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 April 2023 dengan meraup dana publik sebesar Rp97,12 miliar. IPO Multi Makmur Lemindo ditangani oleh PT Shinhan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.
: Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Geledah PT Shinhan Sekuritas
Melansir data e-ipo, Multi Makmur Lemindo berdiri pada 2005 yang diawali dengan produksi dan perdagangan lem pipa. Pada 2012, PIPA berfokus pada kegiatan usaha produksi dan distribusi pembuatan pipa dengan bahan dasar PVC (polymer vinyl chloride) beserta dengan produk turunan dan produk bahan bangunan lainnya.
Hingga 2023, perseroan saat ini memiliki fasilitas produksi pipa PVC, fitting PVC, produk material bangunan dan lem PVC dengan kapasitas produksi terpasang sebesar kurang lebih 300 (tiga ratus) ton yang terletak di Kota Tangerang – Banten.
Multi Makmur Lemindo menangani beberapa kebutuhan bahan bangunan di beberapa sektor dan industri seperti untuk properti, manufaktur, agrikultur dan beberapa proyek-proyek besar seperti infrastuktur, termasuk pemenuhan pipa PVC untuk keperluan jalan tol Pemerintah di daerah Jawa dan Sumatra.
Selain IPO, babak baru Multi Makmur Lemindo dimulai pada semester II/2025. PT Morris Capital Indonesia mulai melakukan pembelian terhadap saham emiten produsen pipa PVC PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) sebanyak 174.675.000 lembar saham dengan harga pembelian Rp80 per saham pada 8 Agustus 2025.
Selanjutnya, Morris Capital Indonesia resmi mengakuisisi 43,78% saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) dan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) baru.
Perubahan pengendali saham PIPA itu memantik pergerakan saham PIPA di lantai bursa. Saham PIPA melaju kencang dan menyentuh level tertinggi Rp625 pada 6 Oktober 2025. Harga pucuk ini mencerminkan kenaikan 5.581,82% dari posisi Rp12 per saham pada awal 2025.
Setelah mencetak harga pucuk itu, saham PIPA bergerak melandai dan parkir di level Rp212 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.