Daftar saham LQ45 belum penuhi free float 15%, BREN, SCMA, hingga UNVR

Ifonti.com , JAKARTA — Sebanyak enam saham dalam indeks LQ45 tercatat belum memenuhi free float sebesar 15%. Lalu, apakah saham-saham ini menarik untuk dicermati?

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan menarik atau tidaknya saham-saham LQ45 dengan free float di bawah 15% akan sangat tergantung pada sudut pandang investor. 

“Secara fundamental, sebagian memiliki bisnis kuat dan market cap besar. Namun, free float rendah berarti likuiditas publik terbatas, sehingga pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap sentimen dan aksi distribusi,” kata Liza, Jumat (20/2/2026).

: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Minggu (22/2) di BNI dan BRI, Dolar AS Tembus Rp17.000

Dia menjelaskan dalam konteks tekanan MSCI yang mendorong standar free float minimal 15%, saham dengan porsi publik sempit menghadapi risiko struktural, terutama terkait bobot indeks dan persepsi investor institusi global. 

Menurut Liza, saham seperti ini bisa terlihat ‘tahan naik’ saat momentum positif, tetapi saat sentimen berbalik, koreksinya bisa lebih tajam karena ruang distribusi sempit. 

: : PNM Diusulkan Lepas dari BRI (BBRI), Intip Hitungan Dampaknya ke Laba dan Aset Grup

“Risiko teknikalnya lebih tinggi dibanding bluechips old-school LQ45 dengan free float lebar dan likuiditas tinggi, yang secara historis lebih stabil saat pasar bergejolak,” ucap Liza.

Dengan demikian, lanjut Liza, saham free float rendah bukan otomatis tidak menarik, tetapi cocok untuk investor yang siap dengan volatilitas lebih tinggi. 

: : Lo Kheng Hong Soroti Reformasi Pasar Modal: Jangan Berharap Untung dari Emiten Tak Jujur

Menurutnya untuk investor konservatif atau institusional, saham dengan likuiditas besar dan struktur kepemilikan sehat cenderung lebih nyaman.

Lebih lanjut, Liza memperkirakan secara umum peluang penguatan LQ45 tetap ada, terutama jika arus dana asing kembali dan isu free float menemukan solusi kebijakan yang jelas. Namun, penguatannya kemungkinan tidak merata. 

Dia melihat indeks LQ45 akan lebih ditopang oleh saham-saham likuid berfundamental kuat dibanding saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi.

“Kesimpulannya, di fase pasar seperti sekarang, kualitas likuiditas dan struktur kepemilikan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kinerja fundamental. Itu yang akan membedakan saham yang sustain naik dengan saham yang hanya bergerak karena sentimen jangka pendek,” tuturnya.

Adapun sejumlah saham LQ45 sampai saat ini belum memiliki free float sebesar 15%. Saham-saham tersebut seperti BREN dengan free float 12,29%, NCKL dengan free float 10,44%, dan ADMR dengan free float 11,97%. Lalu UNVR dengan free float 14,05%, PGEO sebesar 10,9%, dan SCMA dengan free float 14.93%.