IHSG ditutup melemah 0,26% ke 6.971, saham BMRI, BBRI dan AMMN kompak merah

Ifonti.com , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,26% ke 6.971,03 pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Koreksi indeks sejalan dengan lanju saham big caps yang berakhir di zona merah.

Melansir IDX Mobile, hari ini sebanyak 431 saham ditutup koreksi, 261 saham menguat dan 266 saham stagnan. Pasar mencatat transaksi 25,49 miliar saham dengan nilai Rp13,45 triliun. Kapitalisasi pasar kini menjadi Rp12.223 triliun.

Saham big caps yang melemah hari ini antara lain adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang turun 2,42% ke Rp3.230, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 2,17% ke Rp4.510, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 3,08% ke Rp4.870, serta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,90% ke Rp3.100.

: IHSG Dibuka Menguat ke 7.009, Saham TPIA, BREN hingga BBRI Melaju

Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG tertekan oleh sentimen negatif konflik Timur Tengah yang menyengat harga minyak global.

“Investor berada pada posisi yang tidak menentu di antara mengharapkan adanya kesepakatan yang mengakhiri perang dan eskalasi signifikan yang membuat harga minyak mentah terus menguat. Koreksi beberapa saham yang masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, menambah sentimen negatif yang membebani indeks,” tulis riset tersebut.

: : Penopang IHSG di Fase Transisi Pasar Modal demi Pikat Asing dalam Jangka Panjang

Adapun, harga minyak mentah yang bertahan di level harga tinggi berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang dapat memperlebar defisit APBN. Depresiasi rupiah di sisi lain juga berpotensi meningkatkan kenaikan inflasi dari barang-barang impor. 

Sementara itu, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun ini. Hal ini didasarkan pada perhitungan ketahanan APBN yang diproyeksikan masih mampu menanggung beban subsidi hingga harga minyak mentah rata-rata US$100 per barel hingga akhir tahun ini.

: : IHSG Diproyeksi Masih Tertekan, Cermati Saham BKSL hingga ITMG

Sebagai konsekuensi dari kebijakan ini, sekuritas menjelaskan bahwa pemerintah menghadapi tantangan fiskal di mana setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar US$ 1 per barel akan berimplikasi pada tambahan kebutuhan subsidi mencapai Rp6,8 triliun. Untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali di level 2,92% tanpa menghabiskan Sisa Anggaran Lebih (SAL), Kementerian Keuangan berencana melakukan pemangkasan anggaran pada pos-pos pengeluaran kementerian dan lembaga yang dinilai kurang efisien. 

Kondisi gejolak global yang mempertaruhkan ketahanan fiskal menjadi sentimen negatif pasar, dan pelemahan IHSG hari ini berada di dalam rentang perkiraan sekuritas, yakni di kisaran 6.900 sampai 7.100.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.