BRI (BBRI) putuskan bagi dividen Rp52,1 triliun

Ifonti.com , JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (10/4/2026) memutuskan membagikan 91,19% dari laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp52,10 triliun atau setara Rp345,98 per saham.

Sebelumnya, BRI telah menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham atau senilai Rp20,63 triliun pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan diperkirakan sebesar Rp208,98 per saham.

Agenda RUPST BRI tahun ini mencakup tujuh mata acara, termasuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

: Siap-Siap Taburan Pemanis Dividen BRI (BBRI) 2026

Sebagai salah satu bank jumbo, BRI dikenal konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar. Pembagian dividen interim pada awal tahun menjadi bagian dari strategi distribusi laba kepada pemegang saham.

Sebelumnya, manajemen BRI telah memberikan indikasi terkait besaran dividen untuk tahun buku 2025. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa rasio pembagian dividen akan mempertimbangkan kondisi permodalan serta rencana pertumbuhan perseroan.

: : BRI (BBRI) Divestasi Saham PNM IM ke Danantara, Nilai Transaksi Rp345 Miliar

Hingga akhir 2025, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BRI tercatat sebesar 23,53%, jauh di atas ketentuan regulator.

“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level historis yang selama ini ada,” ungkap Hery dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV/2025 yang digelar secara virtual pada Kamis (26/2/2026).

: : BRI (BBRI) Bukukan Laba Bersih Rp7,73 Triliun, Tumbuh 17,04% YoY per Februari 2026

Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024 BBRI membagikan dividen sebesar Rp345 per saham, yang terdiri dari Rp135 per saham sebagai dividen interim dan Rp208,4 per saham sebagai dividen final, atau setara 85% dari laba bersih.

Adapun, BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun hingga 31 Desember 2025.

Manajemen mengusulkan penggunaan laba tersebut untuk pembagian dividen serta penambahan saldo laba ditahan.

Dalam dokumen informasi tambahan RUPS, manajemen BRI menyatakan bahwa kebijakan dividen mempertimbangkan kinerja perusahaan yang solid serta kondisi permodalan yang kuat.

“Dengan tunduk pada persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perseroan telah menetapkan dividen total indikatif minimal Rp343,4 per saham untuk Tahun Keuangan 2025, berdasarkan total 151.559.001.604 saham yang beredar, dengan mempertimbangkan dividen interim yang telah dibagikan sebelumnya,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.

Nilai indikatif tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 91,32%. Setelah dikurangi dividen interim Rp137 per saham, potensi dividen final diperkirakan sekitar Rp206,4 per saham.

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.