
Ifonti.com , JAKARTA — Dividen interim PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dijadwalkan mulai masuk ke rekening pemegang saham pada pekan depan, seiring rampungnya seluruh tahapan cum dan ex dividen di pasar saham. Dividen interim Bank Mandiri dibayar pada 14 Januari 2025, sementara BRI pada 15 Januari 2025.
BBRI akan membayarkan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham dengan total nilai mencapai Rp20,63 triliun. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan mengacu pada laporan keuangan perseroan per 30 September 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi, daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen interim BBRI telah ditetapkan pada 2 Januari 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 15 Januari 2026, sehingga dana dividen diperkirakan mulai masuk ke rekening investor pada pertengahan pekan depan.
: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp40,99 Triliun sepanjang 2025
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView
Sebelumnya, perdagangan saham BBRI dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 29 Desember 2025, serta di pasar tunai pada 2 Januari 2026.
Sementara itu, Bank Mandiri juga akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham atau setara dengan sekitar Rp9,3 triliun.
: : Danantara Alihkan Sebagian Saham Himbara BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN ke BP BUMN
Adapun, nilai tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar BMRI sebanyak 93,33 miliar lembar saham, dengan memperhatikan saham treasury hasil buyback perseroan.
Senior Vice President Bank Mandiri Adhika Vista Adhika menyatakan bahwa pembagian dividen interim tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Bank Mandiri (Persero) Tbk. – TradingView
Daftar pemegang saham BMRI yang berhak atas dividen interim ditetapkan pada 7 Januari 2026. Selanjutnya, pembayaran dividen akan dilakukan pada 14 Januari 2026, atau satu hari lebih cepat dibandingkan BRI, sehingga dana dividen diperkirakan masuk ke rekening investor mulai pekan depan.
Adapun perdagangan saham BMRI dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler berakhir pada 5 Januari 2026, sedangkan di pasar tunai pada 7 Januari 2026.
Dengan jadwal pembayaran yang berdekatan, dividen interim dari dua bank besar ini berpotensi menjadi tambahan likuiditas bagi investor pada awal 2026, sekaligus mencerminkan solidnya kinerja keuangan perbankan pelat merah di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Danantara Kantongi Rp15,89 Triliun
Seiring dengan pembagian dividen interim kedua bank tersebut, Danantara Asset Management bakal mengantongi aliran dividen interim senilai total Rp15,89 triliun dari dua bank pelat merah.
Mayoritas dividen interim BBRI dan BMRI itu akan mengalir ke kantong entitas Danantara Indonesia, yaitu Danantara Asset Management. Perusahaan itu merupakan pemegang saham pengendali BRI dan Bank Mandiri.
Berdasarkan data biro administrasi efek per November 2025, Danantara Asset Management menguasai saham BBRI sebanyak 80.610.976.875 (80,61 juta) atau setara dengan 53,18% dan saham BMRI sebanyak 48.533.333.333 (48,53 juta) atau setara dengan 52%.
Apabila diakumulasi, total dividen interim yang diterima Danantara Asset Management dari dua bank Himbara itu mencapai Rp15.897.037.165.175 atau Rp15,89 triliun.
Selain Danantara, sovereign wealth fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA) juga berpotensi meraih kucuran dividen dari Bank Mandiri. INA tercatat menggenggam 7.466.666.666 saham BMRI sehingga berhak mendapatkan dividen interim senilai Rp746,66 miliar.