
Ifonti.com , JAKARTA —Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terbatas pada hari ini, Kamis (26/2/2026), di tengah kecenderungan wait and see investor.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 8.322. Berdasarkan catatan BRI Danareksa Sekuritas, penguatan IHSG ditopang net foreign buy sebesar Rp1,18 triliun yang terkonsentrasi pada saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
Selain itu, sentimen eksternal turut mendukung melalui rebound indeks saham AS serta penguatan moderat rupiah.
: Indo Tambangraya (ITMG) Raih Laba US$190,94 Juta pada 2025, Turun 48,96%
“Secara teknikal, IHSG berada di area uji support 8.230–8.150 dengan kecenderungan pergerakan terbatas selama bertahan di atas zona tersebut,” papar analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda dalam riset harian.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan level resistance terdekat IHSG berada di level 8.430. Sementara itu, level support di posisi 8.230.
: : Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
“Pelaku pasar cenderung wait and see menjelang perundingan Amerika Serikat–Iran di Jenewa pada 26 Februari 2026, yang berpotensi memengaruhi volatilitas aset global.”
Di tengah ketidakpastian geopolitik, aset safe haven seperti emas tetap menguat dan bertahan di atas US$5.150 per troy ounce. Hal itu mencerminkan sikap defensif investor global.
Pada hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli terhadap saham ADMR, AHAP, dan PADI, serta jual untuk saham VISI.
Berikut Rekomendasi Teknikal BRI Danareksa Sekuritas:
ADMR target harga Rp2.200—Rp2.300
AHAP target harga Rp174—Rp188
PADI target harga Rp179—Rp199
VISI target harga Rp488
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.