Selat Hormuz terancam ditutup, analis jagokan saham BRMS dan ANTM

Ifonti.com , JAKARTA — Ketegangan geopolitik yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran, Iran, memicu kekhawatiran terjadinya kelumpuhan rantai pasok global di Selat Hormuz.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai volatilitas pasar akan meningkat seiring langkah pelaku pasar merespons risiko serangan balasan.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan arteri minyak dunia, diperkirakan memicu pelarian modal ke dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.

: Daftar Negara yang Paling Terdampak Penutupan Selat Hormuz, dari Jepang, China, hingga Qatar

Dalam kondisi penuh ketidakpastian tersebut, Wafi menilai bahwa emas bukan lagi sekadar instrumen lindung nilai inflasi, melainkan telah menjadi put option atau jaminan utama dalam menghadapi risiko geopolitik global.

KISI Sekuritas lantas merekomendasikan saham sektor emas status overweight. Wafi menempatkan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebagai pilihan utama karena didukung peningkatan produksi emas.

: : Krisis Selat Hormuz: Saham Emiten Logistik-Energi Siap Melaju

“BRMS sebagai proksi murni paparan emas domestik dengan volume produksi yang terus menanjak,” ujar Wafi dalam publikasi risetnya, Senin (2/3/2026).

Selain itu, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) diperkirakan akan mengalami lonjakan harga signifikan akibat dorongan sentimen investor ritel.

: : Bumi Resources (BRMS) Pastikan Kontrak Karya CPM Aman meski Lahan Anak Usaha Disegel

Untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), investor diminta mencermati korelasi aset tembaga yang mungkin terdampak jika kekhawatiran resesi global muncul.

“Jika kekhawatiran resesi muncul, eksposur tembaga mereka berisiko menjadi pemberat, meskipun premi emas akan memberikan bantalan,” pungkasnya.

Selain emas, investor disarankan menerapkan strategi barbell dengan melirik saham energi yang diuntungkan dari kenaikan harga minyak mentah Brent, serta konsumer yang memiliki lindung nilai terhadap penguatan dolar AS.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, meskipun harga emas telah melaju signifikan, saham-saham emiten tambang emas masih memiliki daya tarik kuat bagi investor ritel. Hal ini didorong oleh permintaan terhadap aset safe-haven yang tetap kokoh di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Emas tetap menarik untuk investor ritel karena permintaan terhadap aset safe‑haven masih kuat dan koreksi belum tentu cepat terjadi. Namun, bagi yang konservatif, mungkin menunggu koreksi teknikal kecil sebelum masuk tetap menjadi pilihan bijak,” ujarnya kepada Bisnis.

Bumi Resources Minerals Tbk. – TradingView

Terkait strategi menyusun komposisi portofolio, investor ritel disarankan untuk mulai meningkatkan eksposur pada aset defensif seperti saham emas ataupun instrumen aman lainnya sembari mempertahankan porsi kas yang cukup.

Menurut Abida, memiliki cadangan kas yang cukup tidak hanya berfungsi sebagai peredam volatilitas portofolio, tetapi juga menyediakan likuiditas untuk menangkap peluang saat harga pasar bergerak tajam secara mendadak.

Adapun bagi investor ritel dengan profil risiko moderat, dia melihat bahwa strategi akumulasi bertahap untuk jangka menengah jauh lebih rasional dibandingkan dengan melakukan perdagangan jangka pendek.

“Strategi akumulasi bertahap jangka menengah lebih rasional karena harga emas dan saham terkait saat ini dipengaruhi oleh faktor geopolitik yang fluktuasinya bisa sangat tajam dan sulit diprediksi jangka pendek,” ucapnya.

Melansir data Bloomberg, Senin (2/3/2026), harga emas spot terpantau berada di level US$5.398,29 atau naik 2,26%. Adapun emas harga emas Comex juga mencatat penguatan sebesar 2,96% menjadi US$5.403,3 per troy ounce. 

Aneka Tambang Tbk. – TradingView

________ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.