
Ifonti.com , JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa tembus 10.000 pada 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turut berkomentar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan OJK menyambut baik adanya optimisme penguatan IHSG di level 10.000 pada 2026.
“Tentunya semangat optimisme perlu didukung fundamental ekonomi yang solid dan peran investor domestik. Bila fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik naik, rasanya level tersebut [10.000] bukan tidak mungkin dapat tercapai,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada Jumat (9/1/2026).
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 9 Januari 2026
Namun, menurutnya penting dicermati bahwa pergerakan indeks komposit selain fundamental, juga dipengaruhi kondisi yang terjadi di domestik dan global.
“Kami tidak pernah jemu ingatkan kebijakan investasi diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik,” kata Inarno.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 8 Januari 2026
OJK pun menurutnya terus memastikan pasar berjalan secara teratur, wajar, efisien, serta sehat. Hal ini dilakukan instrumen investasi seperti saham bergerak secara berkelanjutan bukan hanya jangka pendek.
Dalam hal kebijakan, OJK pun akan menjalankan sejumlah langkah tahun ini, seperti peningkatan kualitas emiten, penyesuaian free float, dan peningkatan investor institusi.
Sebelumnya, pada akhir tahun lalu (31/12/2025), Purbaya mengatakan bahwa capaian kinejra IHSG akan sejalan dengan kondisi perekonomian. Dia menilai, apabila sejak awal 2025 kinerja pasar modal dirancang sesuai arah kebijakan ekonominya, maka harusnya IHSG bisa tembus 9.000.
Namun demikian, dalam catatan Bisnis.com, IHSG sepanjang tahun lalu mengakhiri perdagangannya dengan menanjak 22,13% ke level 8.646,93. Pada tahun lalu, IHSG juga sempat mencetak beberapa kali rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).
“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya sekarang sudah 9.000, tetapi kan itu [beda] sedikit,” ujarnya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta.
Kemudian, pada pembukaan perdagangan pasar saham 2026, Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu meyakini dengan kebijakan ekonomi yang lebih sinkron antara otoritas fiskal dan moneter, maka IHSG bisa mencetak rekor hingga 10.000.
“Ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus harusnya naik lebih cepat. Tahun depan 10.000 lebih. Lebih, tahun depan. Akhir tahun depan 10.000 lebih,” ungkap Purbaya.
Optimisme Purbaya Pria yang pernah bekerja di Danareksa itu menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga hal yang bakal fokus dilakukan oleh pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di 2026.
Tiga hal tersebut adalah memacu belanja pemerintah sejak awal tahun, koordinasi fiskal dan moneter yang lebih erat dengan Bank Indonesia (BI), serta mengurai satu per satu hambatan usaha alias debottlenecking.
Selain memacu pemerintah pusat maupun daerah untuk mengakselerasi belanjanya sejak awal tahun, terang Purbaya, otoritas fiskal bakal memperkuat koordinasi dengan BI selaku otoritas moneter guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Dia mengeklaim koordinasi kedua lembaga itu sudah lebih erat setidaknya sejak satu bulan terakhir di 2025. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter masih sempat tidak sinkron meski dia sudah mengambil alih jabatan Menkeu.
Hal itu dilihat olehnya dari dampak injeksi likuiditas senilai total Rp276 triliun dari kas pemerintah ke perbankan sejak September tahun lalu.
“Satu bulan terakhir sudah amat baik. Yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan bank sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik dari sekarang. Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6%, seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit untuk dicapai,” kata Purbaya.