Saham BRMS, HRTA, AMMN cs rontok imbas koreksi tajam harga emas global

Ifonti.com , JAKARTA —Saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas rontok pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026), dipicu jebloknya harga emas global ke kisaran US$4.500 per troy ounces. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.40 WIB, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) merosot 11,4% ke level Rp3.730 dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang jeblok 11,84% ke level Rp6.700. 

Senasib, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) terpantau turun 9,16% ke level Rp5.950, bersama saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) anjlok 14,33% ke level Rp2.750, dan saham PT Merdeka Battery Minerals Tbk. (MBMA) jeblok 11,43% ke posisi Rp620 per saham. 

Koreksi tajam juga dialami oleh saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang turun 12,56% ke level Rp1.950, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) jeblok 13,89% ke level Rp930, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) merosot 10,99% ke level Rp1.580, dan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) melorot 12,73% ke level Rp480 per saham. 

Dari pasar global, harga emas spot terkoreksi sebesar 15% dalam 2 hari perdagangan terakhir. Harga logam mulia terpantau merosot dari level US$5.375 per troy ounce menjadi US$4.586 per troy ounce hari ini.

: Harga Emas Antam Bertahan di Level Rp2.860.000 per Gram Hari Ini (2/2)

Melansir laporan Bloomberg, tren penurunan ini dipicu oleh efek squeeze akibat aksi ambil untung masif serta penguatan signifikan dolar Amerika Serikat (AS). 

Sentimen utama datang dari penunjukan mantan Gubernur Federal Reserve atau The Fed, Kevin Warsh, sebagai Ketua The Fed berikutnya menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.

Penunjukan Warsh direspons sebagai sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif. Warsh dikenal kritis terhadap besarnya neraca The Fed, sehingga pelaku pasar mulai mengantisipasi kebijakan pengetatan kuantitatif (quantitative tightening/QT) guna memulihkan kredibilitas kebijakan moneter AS.

Di dalam negeri, harga emas Antam stagnan di level Rp2.860.000 per gram pada hari ini, Senin (2/2/2026). Hal itu seiring dengan harga emas global yang melemah dalam dua hari terakhir ke US$4.586 per troy ounce.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.