BI ungkap likuiditas perbankan RI melimpah, permintaan masyarakat penyebab credit gap
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
Bank Indonesia Kaltim menghadapi tantangan ekonomi 2026 dengan strategi pro-growth dan pro-stability, fokus pada penyaluran kredit hingga stabilisasi rupiah.
Bank Indonesia melaporkan uang primer tumbuh 7% yoy menjadi Rp1.925,4 triliun pada Juli 2025, melambat dari bulan sebelumnya. Pertumbuhan dipengaruhi oleh uang kartal dan giro bank.