
Ifonti.com – , JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) resmi melantai di bursa saham Indonesia hari ini, Jumat (10/4/2026). Saham emiten logistik ini pun langsung tancap gas, langsung melesat 34,52% ke Rp226 tepat pukul 09.00 WIB dan menduduki urutan pertama top gainers di pembukaan pasar.
BSA Logistics Indonesia menjadi perusahaan terbuka dengan melepas 1,8 miliar saham baru ke publik dan meraup dana segar senilai Rp304,4 miliar. Emiten perdana yang melakukan IPO pada 2026 ini mendapat sambutan antusias dari pasar, mencatat oversubscribe 386,86 kali.
Dengan harga penawaran final sebesar Rp168 per saham, saham WBSA pada perdagangan hari pertama langsung mepet auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,52% dan tertahan di Rp226.
: Baru IPO, Saham Anyar BSA Logistics (WBSA) Terbang 34,52%
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa WBSA menjadi satu dari 14 emiten yang telah mengantre di dalam pipeline IPO tahun ini.
“Jadi di list kita masih ada 13 perusahaan, ini di berbagai sektor. Ini menarik, ada sektor finansial, energi, entertainment, consumer good,” ujar Nyoman saat ditemui pasca seremoni pencatatan perdana WBSA, di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sebanyak 13 emiten yang ada di dalam antrean tersebut Nyoman berharap akan segera menyusul WBSA, maksimal di bulan Juni 2026. Mereka mayoritas menggunakan laporan keuangan yang berakhir Desember 2025.
“Maksimal bulan Juni 2026, nanti tergantung kecepatan mereka memberikan tanggapan kepada kita. Jika mereka segera menyampaikan tanggapan, tentu proses di kita akan lebih cepat,” jelasnya.
Nyoman melihat di tengah kondisi pasar yang dinamis ini, selera investor masih cukup bagus, dibuktikan dengan oversubscribe IPO WBSA. Berdasarkan data per 9 April 2026, terdapat penurunan rata-rata volume transaksi year to date (YtD) menjadi 46,22 miliar saham, sedangkan nilai rata-rata harian transaksi turun ke Rp26,36 triliun.
“Saat ini kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite-nya masih kelihatan,” tandasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.