IHSG berpeluang menguat ke 8.360 jelang putusan RDG BI, cermati saham INDY, ADMR & PGAS

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (19/2/2026) menguji level resistance 8.360, seiring sentimen positif dari bursa global dan ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Tim riset Sinarmas Sekuritas mengatakan secara teknikal level support  terdekat adalah pada level 8.227-8.170 dengan dynamic support diharapkan mampu menopang IHSG.

“Pada perdagangan hari Kamis [19/2/2026], IHSG berpeluang mencoba resistance 8.360 dan next Resistance 8.408,” tulis riset tersebut, Kamis (19/2/2026).

: IHSG Diproyeksi Menguat Jelang Pengumuman RDG BI, Cermati Saham MEDC, ADMR, EMTK

Pelaku pasar masih mencerna risalah FOMC The Fed yang menunjukkan pandangan beragam. Sejumlah pejabat bank sentral AS tersebut membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan, namun tetap bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja.

Di sisi lain, sebagian pejabat lainnya masih mempertimbangkan opsi pemangkasan suku bunga apabila tekanan inflasi mereda.

: : Proyeksi IHSG 2026 di Rentang 9.000–10.500, Analis Ungkap Penentu Arah Indeks

Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS ini membuat investor global cenderung selektif, tetapi sentimen risk-on tetap terlihat dalam perdagangan terakhir.

Dari Asia, sentimen positif datang dari Jepang setelah defisit neraca dagang Januari 2026 menyusut signifikan menjadi 1,15 triliun yen dari 2,74 triliun yen pada periode yang sama tahun lalu.

: : Jalan IHSG Menuju 9.000 Masih Terbuka, Ini Katalis dan Tantangannya

Dari domestik, perhatian tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Keputusan ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan arus modal asing di tengah dinamika global.

Sementara itu, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV/2025 tercatat naik sekitar US$4,1 miliar menjadi US$431,7 miliar, didorong peningkatan utang sektor publik. Kenaikan ULN tersebut masih dipantau pasar untuk melihat dampaknya terhadap stabilitas eksternal.

Tim riset Sinarmas Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham berikut ini:

PT Indika Energy Tbk. (INDY)

Rekomendasi: Speculative Buy

  • Last Price: 3.800
  • Entry: 3.650 – 3.810
  • Target: 3.910 – 4.020
  • Stop Loss: 3.500

PT Elnusa Tbk. (ELSA)

Rekomendasi: Speculative Buy

  • Last Price: 805
  • Entry: 775 – 810
  • Target: 830 – 855
  • Stop Loss: 740

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR)

Rekomendasi: Hold

  • Last Price: 1.965
  • Entry: 1.760 
  • Target: 1.950 – 2.070
  • Stop Loss: 1.680

PT Astra International Tbk. (ASII)

Rekomendasi: Hold

  • Last Price: 6.700
  • Entry: 6.700 
  • Target: 7.100 – 7.475
  • Stop Loss: 6.300

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS)

Rekomendasi: Speculative Buy

  • Last Price: 2.160
  • Entry: 2.110 – 2.170
  • Target: 2.260 – 2.390
  • Stop Loss: 2.020

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.