IHSG tertekan paling dalam di Asia Tenggara, akumulasi bertahap disarankan

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indeks dengan penurunan terdalam di regional sejak awal tahun 2026 atau year to date (YTD), dengan pelemahan sekitar 15%. Peluang akumulasi bertahap terbuka bagi investor dengan kondisi ini.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan  penurunan IHSG sekitar 15% YTD memang terlihat paling dalam di kawasan. Akan tetapi, penurunan ini lebih mencerminkan kombinasi tekanan global dan sentimen domestik dalam waktu yang bersamaan.

“Pelemahan ini bukan berarti pasar modal Indonesia tiba-tiba menjadi yang paling berisiko,” ucap Liza, Selasa (10/3/2026).

: IHSG Ditutup Menguat 1,41% ke 7.440, Saham BBCA, ASII dan DSSA Kompak Melaju

Liza melanjutkan eskalasi konflik geopolitik, penguatan dolar AS, serta arus keluar dana dari emerging markets membuat investor global cenderung bersikap lebih defensif terhadap aset berisiko saat ini. Sementara itu, di dalam negeri pasar juga sedang mencerna pelemahan rupiah dan revisi outlook Indonesia oleh Fitch menjadi negative.

Namun, lanjut Liza, dari sisi valuasi, koreksi ini justru mulai membuat banyak saham Indonesia kembali ke level yang lebih menarik dibandingkan rata-rata historisnya.

: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 10 Maret 2026

“Jika volatilitas global mulai mereda, kondisi ini berpotensi menjadi momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi bertahap pada emiten berfundamental kuat, terutama yang memiliki arus kas stabil atau eksposur pendapatan berbasis Dollar dan komoditas,” tuturnya.

Sebagai informasi, IHSG menjadi indeks dengan penurunan terdalam sejak awal tahun, baik di regional maupun secara global. IHSG turun 15,14% sejak awal tahun hingga perdagangan Senin (9/6/2026), menempati peringkat 35, dari 35 indeks.

: : IHSG Turun Paling Dalam di Regional, Analis Lihat Peluang Akumulasi Saham

Sementara itu, indeks dengan kinerja terbaik di regional adalah SET Index Thailand yang menguat 9,79% sejak awal tahun.

Lalu disusul oleh Straits Times Index STI Singapura yang menguat 2,38% YTD, VN-Index Vietnam yang naik 1,35%, FTSE Bursa Malaysia KLCI Index yang turun 0,35%, dan PSEi Index Filipina yang melemah 0,77% YTD.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.