
Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 7.458,49 pada perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026). Saham CITY, WBSA hingga DIVA terpantau melonjak dan memuncaki daftar top gainers sore ini.
Mengutip data RTI Business pukul 16.00 WIB, indeks komposit menguat 2,07% atau 150,90 poin ke level 7.458,49. Adapun, IHSG bergerak di rentang 7.346 hingga 7.488 sepanjang sesi.
Terpantau ada sebanyak 485 saham menguat, 181 saham melemah, dan 153 saham bergerak di tempat pada akhir perdagangan hari ini. Kapitalisasi pasar terpantau menjadi Rp13.215 triliun.
: Buyback Jadi Senjata Emiten Saat IHSG Tertekan, Seberapa Ampuh?
Dari jajaran saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), saham BBRI terpantau menguat 3,35% ke posisi Rp3.390 per saham. Disusul BBCA yang juga yang menguat 3,47% ke Rp6.700 per saham. Sementara saham CUAN terpantau menguat 5,91% atau 75 poin ke level Rp1.345 per lembar.
Sementara itu, saham ANTM terpantau melemah 1,07% ke Rp3.710. Disusul DSSA yang melemah 0,32% ke Rp3.110. Sementara itu, saham BRMS terpantau stagnan di level Rp845 per saham.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 10 April 2026
Dari jajaran top gainers, ada saham CITY yang naik 34,72% nyaris ke Rp194 per saham. Sementara saham WBSA yang baru saja resmi melantai di BEI hari ini terpantau melesat 34,52% ke posisi 226 per lembar. Tak ketinggalan saham DIVA juga melonjak 34,51% ke posisi Rp191 per lembar.
Analis sebelumnya memperkirakan IHSG menguat menguji resistance 7.300–7.350 pada perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026).
: : IHSG Dibuka Menguat, Saham Bakrie-Prajo Pangestu Unjuk Gigi
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (9/4/2026) IHSG naik tipis 0,4% ke level 7.307, dibandingkan dengan penguatan indeks komposit di hari Rabu (8/4/2026) sebesar 4,4%.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan penguatan IHSG itu didorong oleh koreksi tajam harga minyak mentah setelah Presiden AS Donald Trump setuju untuk menunda rencana serangan infrastruktur di Iran selama dua pekan.
“Secara teknikal, pembentukan histogram positif berlanjut disertai dengan kenaikan volume beli,” tulis Phintraco Sekuritas, Jumat (10/6/2026).
Selanjutnya, Phintraco Sekuritas menunjukkan RSI juga mengindikasikan penguatan IHSG yang berpotensi berlanjut hari ini. Adapun, IHSG telah menembus level MA5 dan MA20, sehingga IHSG diperkirakan menguat untuk menguji resistance berikutnya 7.300–7.350.
Dari domestik, investor tengah mencermati data cadangan devisa Indonesia yang turun ke level US$148,2 miliar pada Maret 2026 dari US$151,9 miliar pada Februari 2026. Level cadangan devisa itu merupakan yang terendah sejak Juli 2024 terutama disebabkan oleh upaya Bank Indonesia menstabilkan rupiah di tengah kenaikan tekanan pasar global.
Meskipun demikian, lanjut Phintraco Sekuritas, cadangan devisa RI masih relatif aman karena mencakup enam bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah jauh di atas patokan internasional sekitar tiga bulan impor.
Selanjutnya, investor juga memperhatikan OJK yang sedang merancang aturan baru rencana bisnis bank untuk mendukung program prioritas pemerintah dan UMKM, menjaga stabilitas keuangan, serta pembangunan nasional.
Dengan demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham seperti BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII untuk dicermati hari ini.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.