Harga komoditas energi tertekan, gas alam dinilai lebih prospektif pada 2026

Ifonti.com – JAKARTA. Harga sejumlah komoditas energi tertekan hingga akhir 2025 seiring kondisi oversupply global. Di tengah kondisi tersebut, gas alam dinilai memiliki prospek yang relatif lebih menarik, ditopang faktor musiman, kebutuhan energi industri, serta dinamika pasokan global. Mengutip Trading Economics, Senin (29/12/2025) pukul 17.45 WIB, harga minyak mentah WTI berada di level US$ 57,863 per barel, terkoreksi 19,32% secara year to…

Rencana merger BUMN farmasi bisa jadi katalis untuk INAF, KAEF dan PEHA

Ifonti.com JAKARTA. Rencana holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) untuk menggabungkan PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Phapros Tbk (PEHA) dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap sinergi operasional dan perbaikan struktur keuangan holding farmasi BUMN, meskipun manfaatnya diperkirakan baru terasa secara bertahap. Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan,…

Roda Vivatex (RDTX) tebar dividen interim Rp 53,76 miliar, cek jadwal lengkapnya

Ifonti.com JAKARTA. PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) berencana membagikan dividen bagi para pemegang sahamnya. Dalam aksi korporasi tersebut, RDTX akan menyalurkan dividen senilai Rp 53,76 miliar atau setara Rp 200 per saham. Corporate Secretary PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) Wiriady Widjaja mengatakan rencana pembagian dividen interim untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada Selasa…

Rukun Raharja (RAJA) bakal tebar dividen interim Rp 25 per saham

Ifonti.com JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk Tahun Buku 2025. Berdasarkan Keputusan Sirkuler sebagai pengganti Rapat Dewan Komisaris Perseroan tanggal 29 Desember 2025, Dewan Komisaris telah menyetujui keputusan dan tindakan Direksi RAJA sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Sirkuler Direksi terkait penetapan dan pembagian Dividen Interim Perseoran untuk Tahun Buku 2025 yang akan…

IHSG berpeluang lanjut menguat pada Selasa (30/12), cek rekomendasi saham berikut

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan Senin (29/12/2025), meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyebut sektor consumer cyclical menjadi penopang utama penguatan IHSG, sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang tercatat melemah….

Zurich Life nilai prospek unitlink saham akan bergerak seiring pergerakan IHSG

Ifonti.com – JAKARTA. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menilai secara keseluruhan, prospek unitlink berbasis saham ke depannya akan bergerak seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Chief Investment Officer Zurich Life, Santy Gui, menjelaskan per akhir November, IHSG telah mencatat kenaikan sebesar 20,18% secara year to date (ytd). “Dengan demikian, kinerja indeks tersebut diharapkan turut mendorong kinerja unitlink…

IHSG ditutup menguat ke 8.644 jelang tutup tahun, saham DEWA, ANTM & BULL kinclong

IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.

IHSG menguat 1,25% ke 8.644 pada Senin (29/12), ADMR, AMMN, MBMA top gainers LQ45

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 106,34 poin atau 1,25% ke 8.644,25 pada akhir perdagangan Senin (29/12/2025). Sebanyak 464 saham naik, 213 saham turun dan 131 saham stagnan. Sepuluh indeks sektoral kompak menguat, menopang kenaikan IHSG. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang konsumen siklikal yang naik 3,70%, sektor infrastruktur naik 3,33% dan sektor energi naik 3,17%. Baca…

Rupiah masih dibayangi volatilitas, meski indeks dolar AS melemah

Ifonti.com – JAKARTA. Pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) di akhir tahun ini seharusnya dapat membuka peluang penguatan rupiah. Namun, kebutuhan dolar yang tinggi serta arus modal asing yang masih terbatas membuat rupiah masih sulit merangkak naik. Indeks dolar AS (DXY) kembali tertekan ke level di bawah 100. Mengutip Bloomberg, Senin (29/12/2025) pukul 15.44 WIB, indeks dolar ada di level 98,03. Dalam sebulan, indeks dolar turun…