
Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencetak rekor all time high (ATH), meskipun bergerak volatil dalam sepekan terakhir. Volatilitas ini disebut terjadi karena rotasi sektoral yang dilakukan investor.
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menjelaskan meskipun IHSG terlihat volatil dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut bukan mencerminkan fundamental pasar yang rapuh.
“Volatilitas yang terjadi lebih disebabkan oleh rotasi sektoral serta posisi IHSG yang saat ini berada dekat dengan resistance psikologis di level 9.000,” kata Ekky, Kamis (15/1/2026).
: IHSG Sepekan ATH ke 9.075 Didorong Aksi Beli Asing hingga Nilai Transaksi
Menurut Ekky, dalam kondisi seperti ini, pasar memang cenderung bergerak fluktuatif karena terjadi tarik-menarik antara aksi akumulasi dan profit taking. Dalam dua hari terakhir, lanjutnya, pergerakan pasar masih relatif positif.
Jika dilihat lebih detail, Ekky menuturkan volatilitas ini juga tidak semata-mata dipicu oleh saham konglomerasi. Dia mencermati memang terdapat beberapa saham grup konglomerasi yang mulai menguat, seperti saham-saham di grup Bakrie atau MNC.
: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Menghijau Saat IHSG Cetak Rekor, Ditopang Saham BBNI, JPFA, PGEO
Namun, di sisi lain, ada juga saham konglomerasi besar yang mengalami profit taking.
Dengan demikian, lanjutnya, pergerakan saham-saham konglomerasi tidak seragam, dan tidak bisa disimpulkan bahwa volatilitas terjadi karena saham konglomerasi secara umum melemah. Bahkan, menurutnya terdapat saham konglomerasi lain yang justru masih mencatatkan penguatan.
: : Rekor Lagi! IHSG Mendarat di Level 9.075,41 Hari Ini (15/1)
“Yang menarik, saya justru melihat mulai terjadinya inflow dana ke saham-saham big caps, khususnya anggota LQ45. Ini terlihat dari kondisi saat pasar bergerak volatil, namun indeks LQ45 justru mampu menguat cukup solid,” tutur Ekky.
Menurut Ekky, hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai melakukan reposisi ke saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, bukan keluar dari pasar.
Sebagai informasi, sepanjang pekan ini IHSG bergerak cukup volatil meskipun memecahkan rekor all time high beberapa kali. IHSG juga menembus level 9.000 pada pekan ini.
Pekan ini, IHSG menguat 1,68% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. IHSG bergerak pada rentang 8.715-9.100 sepanjang minggu ini.
Investor asing juga diketahui melakukan aksi beli bersih sepanjang pekan ini, dengan nilai mencapai Rp4,46 triliun di seluruh pasar.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.