Saham emiten migas RATU & ENRG cs ditutup variatif usai tersengat konflik AS-Venezuela

Ifonti.com , JAKARTA – Saham emiten minyak dan gas (migas) kompak menguat pada perdagangan Senin (5/1/2026) kemarin sejalan dengan sentimen memanasnya konflik geopolitik AS-Venezuela yang membuat harga minyak melambung. Hari ini, Selasa (6/1/2026), mereka ditutup bervariasi.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai sentimen kenaikan harga minyak global cenderung hanya menjadi katalis jangka pendek. Pasar bereaksi cepat terhadap isu geopolitik AS-Venezuela, tapi begitu pelaku pasar kembali melihat kenyataamn over supply global dan potensi tambahan produksi, dorongannya akan melemah. 

“Jadi reli saham migas lebih bersifat momentum sesaat bukan tren panjang,” kata Reydi saat dihubungi Bisnis, Selasa (6/1/2026).

Pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026) lalu, harga saham MEDC naik 2,41% ke Rp1.485, ENRG naik 3,35% ke Rp1.695, AKRA menguat 1,56% ke Rp1.300, dan ELSA turut menguat 1,96% ke Rp520, serta saham RATU yang meningkat 1,29% ke Rp9.800.

Pada hari ini, Selasa (6/1/2025), harga saham ELSA terkoreksi 1,92% ke Rp510, saham AKRA ditutup turun 1,15% ke Rp1.285, bahkan saham ENRG terpangkas 4,72% ke Rp1.615. Sementara itu, harga saham MEDC melanjutkan penguatan sebesar 1,01% ke Rp1.500, bahkan RATU melompat 8,67% ke Rp10.650.

: Harga Nikel Dunia Melonjak, Saham DKFT, MBMA, NCKL Cs Kompak Menguat

Reydi mengatakan lonjakan harga minyak global yang tersulut oleh perang AS-Venezuela akan menguntungkan bagi emiten di hulu migas dengan kenaikan harga jual, walaupun risiko kenaikan biaya operasional juga membayangi. Sementara itu, bagi emiten migas di lini bisnis midstream cenderung netral karena merupakan level industri paling stabil.

Bagi emiten di sisi hilir atau downstream, lanjutnya, kinerja berisiko tertekan oleh biaya bahan baku yang naik dan membuat margin mengecil.

Dalam situasi ini, menurutnya, investor domestik dan asing melihatnya sebagai peluang jangka pendek, bukan strategi jangka panjang. Dia menyarankan agar investor tetap selektif dan disiplin dengan memilih emiten migas yang memiliki kinerja laporan keuangan yang baik, biaya produksi efisien, laba bersih bertumbuh. 

“Saham migas saat ini lebih cocok untuk trading, bukan untuk dikejar saat sentimennya memuncak,” tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.