
Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 8.337,60 jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini, Kamis (19/2/2026). Seturut hal tersebut, saham BYAN, UNVR, BBNI, hingga BREN tercatat kompak di zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,33% atau 27,37 poin ke level 8.337,60 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.333,36 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.364,44.
Tercatat, sebanyak 295 saham menguat, lalu 159 saham terkoreksi, dan 217 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp15.138,23 triliun.
Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Byan Resources Tbk. (BYAN) sebesar 1,58% ke Rp14.450 dan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) tumbuh 1,33% ke Rp2.290 per saham.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga meningkat 0,89% menuju level Rp4.530 per saham dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatat penguatan sebesar 0,61% menjadi Rp7.250 per saham.
Sebaliknya, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 0,86% menjadi Rp3.460 per saham, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terkoreksi sebesar 0,66% menuju level Rp7.475 per saham.
: : Jelang RDG BI, IHSG Diprediksi Lanjutkan Reli ke 8.400
Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) yang melesat 24,69% ke Rp1.010 dan saham PT Indospring Tbk. (INDS) terapresiasi 19,20% ke Rp3.290 per saham.
Sementara itu, saham top losers dihuni oleh saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) yang turun 14,85% menjadi Rp3.210 dan saham PT Hillcon Tbk. (HILL) terkoreksi sebesar 14,71% ke Rp58 per saham.
Dalam perkembangan lain, mayoritas ekonom memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Februari 2026.
Jika proyeksi tersebut tepat, maka suku bunga acuan BI Rate telah bertahan di level 4,75% selama lima bulan berturut-turut sejak September 2025.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, sebanyak 22 dari 23 ekonom meyakini BI tetap akan menahan suku bunga kebijakan. Sementara itu, hanya satu ekonom yang memproyeksikan adanya penurunan BI Rate pada bulan ini.
Penetapan suku bunga ini menjadi fokus pasar di tengah upaya otoritas moneter menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, sembari memperhatikan dinamika ekonomi global terupdate.
Seturut dengan hal itu, IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatan dengan peluang menguji level 8.350 hingga 8.400 pada perdagangan hari ini.
Tim riset Phintraco Sekuritas menyatakan pasar saat ini terfokus pada RDG BI. Konsensus memperkirakan suku bunga acuan akan tertahan di level 4,75%, dengan Deposit Facility Rate di 3,75% dan Lending Facility Rate di 5,50%.
Selain kebijakan moneter, investor menanti rilis data pertumbuhan kredit Januari 2026 yang diproyeksikan stabil di kisaran 9,6% secara tahunan (year on year/YoY). Stabilitas ini dipandang sebagai indikator krusial bagi prospek sektor perbankan dan daya tahan konsumsi domestik.
Dari sisi eksternal, sentimen dipengaruhi oleh risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang menunjukkan sikap hati-hati otoritas moneter AS tersebut.
Meski mayoritas pejabat sepakat mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada akhir Januari, ruang untuk pengetatan lanjutan tetap terbuka jika inflasi belum terkendali.
“Kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi, penguatan harga komoditas, serta sikap hati-hati The Fed menandakan volatilitas global berpotensi meningkat dalam jangka pendek,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
_________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.