MDKA & MBMA: Kinerja Turun di 2025, Saatnya Beli atau Jual?

Ifonti.com JAKARTA. Dua emiten Grup Merdeka yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada semester I-2025. Dinamika harga komoditas mineral hingga kelangsungan proyek smelter akan menentukan arah kinerja MDKA dan MBMA dalam waktu dekat. Seperti yang diketahui, pendapatan MDKA menurun 21,87% year on year (yoy) menjadi US$ 854,60 juta pada semester…

Free Float Saham: BEI Ungkap Kajian Aturan Baru, Investor Wajib Tahu!

BEI sedang mengkaji penyesuaian aturan free float saham untuk menjaga keseimbangan pasar dan mendukung likuiditas.

Superbank IPO: Siapa Pemiliknya? Grab, Emtek, dan Lainnya!

Superbank, sebelumnya PT Bank Fama International, dirumorkan akan IPO pada Oktober 2025. Pemegang saham utama termasuk Emtek, Grab, Singtel, dan KakaoBank. Namun, BEI menyatakan belum ada proses IPO yang berlangsung.

Kinerja Terkoreksi Semester I-2025, Begini ALasan dan Rencana Merdeka Battery (MBMA)

Ifonti.com JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan hasil kinerja keuangan untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025. Meski tercatat turun, perseroan terus memperkuat fondasi operasionalnya dengan mencatat pertumbuhan signifikan pada produksi dan penjualan bijih nikel di tengah penurunan produksi Nickel Pig Iron (NPI). Sepanjang semester pertama, MBMA membukukan pendapatan sebesar US$ 628 juta atau turun 32% year…

Freeport: Rapat Penentu Saham RI, Awal Oktober!

Jakarta, IDN Times – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berakhir pada 2041. Salah satu langkahnya adalah menambahkan kepemilikan saham Indonesia di PTFI agar eksplorasi tambang bawah tanah tetap berlanjut. Proses negosiasi sa…

BI Rate Turun, AAUI: Strategi Investasi Asuransi Umum Bisa Difokuskan ke Surat Utang

Ifonti.com JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI rate ke level 4,75%. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut asuransi umum perlu menerapkan sejumlah strategi perihal investasi dalam menyikapi penurunan suku bunga BI tersebut. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan pada dasarnya perusahaan asuransi umum akan mulai menyeimbangkan antara likuiditas dan hasil investasi, seiring dengan adanya penurunan…

Tepati Perjanjian Perdamaian, WSBP Bayar CFADS senilai Rp 110,75 Miliar

Ifonti.com JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali menunaikan kewajiban restrukturisasi utang dengan membayar Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) tahap VI senilai Rp110,75 miliar pada 25 September 2025. Dengan ini, WSBP memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Tranche A dan Tranche B Perjanjian Perdamaian yang telah disahkan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor…

Saham Komoditas Jadi Favorit Manajer Investasi saat IHSG Menguat

Manajer investasi fokus pada saham komoditas dan emas saat IHSG menguat, dengan strategi diversifikasi dan alokasi aset fleksibel untuk return berkelanjutan.

BI Rate Turun, Kenapa Bunga Multifinance Masih Tinggi? Ini Sebabnya!

Ifonti.com JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% tidak langsung diikuti penyesuaian bunga pembiayaan oleh industri multifinance. Sejumlah perusahaan memilih mempertahankan bunga stabil, sementara lainnya menyesuaikan tarif dengan profil risiko nasabah. Ambil contoh PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), perusahaan menyebut tingkat bunga pembiayaan kepada debitur masih stabil,…