IHSG Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level 7.0976, Profit Taking dan Geopolitik Membayangi

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (27/3/2026) ditutup di zona merah seiring maraknya aksi ambil untung atau profit taking yang berlanjut serta meningkatnya tekanan dari sentimen global.

Saham INCO, TLKM, hingga SMGR terpantau memimpin pelemahan.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 67,03 basis point atau sebesar 0,94% menuju level 7.097,6. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam rentang 7.070,21 – 7.154,56. Adapun sebanyak 396 saham konstituen memerah, 292 menghijau, dan 270 saham stagnan.

: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level Rp16.979

Sejumlah saham yang menjadi pemberat laju IHSG dalam Indeks LQ-45 adalah saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang terkoreksi sebesar 4,46% ke level Rp5.350, disusul saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melemah 4,12% ke level Rp 1.860, selanjutnya saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM) turut melemah sebesar 3,79% ke level Rp3.050.

Telkom Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Berikutnya saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun 3,54% ke level Rp1.090, serta saham PT Semen Indonesia (persero) Tbk. (SMGR) turun 3,10% ke level Rp2.500.

: : Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Awal 2026 Makin Terkendali

Sementara itu, sejumlah saham yang relatif mampu menahan penurunan lebih dalam adalah PT Aneka Tambang (persero) Tbk. (ANTM) naik 2,04% ke level Rp3.500, saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menguat 1,88% ke level Rp1.355, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 1,29% ke level Rp1.970.

Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) juga terpantau menguat 1,14% ke level Rp1.330, dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 1,01% ke level Rp1.005.

: : Qantas Group Tambah Dua Rute Penerbangan ke Bali dari Australia

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh profit taking di tengah ketidakpastian adanya negosiasi untuk gencatan senjata antara AS dan Iran. Pasar kesulitan memahami pernyataan yang kontradiktif antara AS dan Iran selama 48 jam terakhir mengenai status perundingan perdamaian.  

Sentimen dari dalam negeri berasal dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang akan menambah penempatan dana pemerintah senilai Rp100 triliun ke perbankan untuk menjaga likuiditas di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia.

Dengan tambahan ini, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun. Namun penempatan dana ini dengan skema yang lebih fleksibel dan bisa ditarik kembali kapan saja.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.