
Ifonti.com JAKARTA – Momentum penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai melemah usai indeks komposit dalam sepekan terakhir naik 2,16%. Pekan depan, saham-saham seperti CENT hingga AGII masuk radar analis untuk dicermati.
Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat, saat IHSG ditutup menguat 0,13% ke 8.936,75 pada perdagangan Jumat (9/1/2026), penguatan tersebut dibarengi dengan indikator Stochastic RSI yang membentuk death cross di area overbought. Sementara itu, histogram MACD masih berada di area positif, meski momentumnya mulai melemah.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860–9.000 pada pekan depan, selama tidak ditutup di atas level 9.000,” tulis Phintraco, Jumat (9/1/2026).
: Pesta Capital Gain Saham Grup Bakrie Awal 2026, BNBR Naik Lebih dari 60%
IHSG. – TradingView
Dari kawasan regional, indeks bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (9/1), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta sentimen pasar yang dipengaruhi rilis data inflasi China. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, saham sektor pertahanan melanjutkan penguatan seiring investor masih mencermati dinamika geopolitik global.
Sementara di dalam negeri, Phintraco Sekuritas menilai investor mencermati sejumlah rilis data ekonomi. Indeks kepercayaan konsumen pada Desember 2025 tercatat turun ke level 123,5, dibandingkan 124 pada November 2025.
: : Profil Feisal Hamka, Putra Mahkota Raja Tol Jusuf Hamka yang Rajin Tambah Saham CMNP
Di sisi lain, penjualan sepeda motor domestik menunjukkan kinerja positif. Pada Desember 2025, penjualan meningkat 14,5% year on year (YoY) menjadi 461.925 unit. Pertumbuhan tersebut berakselerasi dibandingkan kenaikan 2,1% YoY pada November 2025. Sepanjang 2025, penjualan sepeda motor domestik tumbuh 1,3% YoY mencapai 6,4 juta unit, meski masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 1,5% YoY.
Secara keseluruhan, Phintraco Sekuritas menilai indikator ekonomi Indonesia masih cenderung melemah dibandingkan ekonomi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut mendorong nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan hingga level Rp16.819 per dolar AS.
: : BCA (BBCA) Likuidasi Anak Usaha di Hong Kong, Layanan Beralih ke Kanal Digital
Menimbang perkembangan pasar dan indikator ekonomi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada pekan depan.
“Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan adalah CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC dan SMBR,” tulis riset.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.