Kemenkeu: Debt switch 2026 tekan penawaran SBN, yield lebih stabil
Kemenkeu dan BI sepakat lakukan debt switch Rp173,4 triliun pada 2026 untuk stabilkan yield SBN dan kurangi penerbitan utang baru, menjaga stabilitas pasar.
Kemenkeu dan BI sepakat lakukan debt switch Rp173,4 triliun pada 2026 untuk stabilkan yield SBN dan kurangi penerbitan utang baru, menjaga stabilitas pasar.
DJPPR berencana menyesuaikan jadwal penerbitan SBN Ritel 2026 untuk meningkatkan penyerapan pasar, setelah ORI029 sepi peminat akibat kurangnya SBN jatuh tempo.
Kemenkeu targetkan penerbitan SBN Ritel 2026 Rp150-170 triliun dengan strategi fleksibel, siap tambah kuota jika permintaan tinggi, dorong edukasi keuangan.
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Kemenkeu pastikan penerbitan surat utang jangka pendek 2026 efisien dan tak tambah utang, fokus pada pendalaman pasar dan manajemen kas.
BI memangkas suku bunga acuan ke 4,75%, mempengaruhi kupon ORI028 yang diprediksi turun ke 5,5-5,7%.