IHSG rawan lesu imbas serangan AS ke Venezuela, cek saham ini!

Ifonti.com – , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah seiring dengan adanya ketegangan geopolitik global antara AS dan Venezuela. 

Sebelumnya diberitakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh AS pada Sabtu (3/1/2026). Selain penangkapan, AS juga melancarkan serangan militer skala besar terhadap Venezuela. Lebih dari 150 pesawat militer AS dikerahkan setelah pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan. Kemudian, Unit Delta Force Angkatan Darat AS dikirim ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam. 

Menurut laporan Bloomberg, pasukan komando AS hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, yang selama bertahun-tahun bertahan di tengah tekanan Washington.

: Purbaya Prediksi IHSG Tembus 10.000 pada 2026, Realistis Dicapai?

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai eskalasi ketegangan politik global akibat serangan AS ke Venezuela akan menjadi fokus perhatian investor di pasar saham Indonesia pada pekan ini.

“Dikhawatirkan investor akan menghindari aset yang berisiko dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman seperti dolar AS dan emas,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas pada Senin (5/1/2026).

: : IHSG Ditutup Moncer di Perdagangan Perdana 2026, Saham BUMI hingga HUMI Melonjak

IHSG berisiko terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun jika terjadi kenaikan harga minyak mentah dan emas, diperkirakan akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi dan komoditas terkait. 

Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi dari AS, seperti data tenaga kerja, manufaktur dan Michigan consumer confidence. Data inflasi, trade balance, cadangan devisa dan consumer confidence pun akan dirilis pekan ini. 

: : Jelang Pembukaan Bursa 2026, Purbaya Prediksi IHSG Bisa Tembus 10.000

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,17% ke level 8.748,13 pada perdagangan perdana 2026 pekan lalu (2/1/2026).

IHSG ditutup dengan nilai transaksi yang diperdagangkan mencapai Rp22,13 triliun, volume transaksi 48,82 miliar lembar, dan frekuensi transaksi 3,07 juta kali. Adapun, market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp16.013 triliun. 

Pasar saham Indonesia pun mencatatkan masuknya dana asing dengan nilai beli bersih atau net buy asing sebesar Rp1,06 triliun pada perdagangan perdana 2026.

Pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2026), Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan menguji resistance di level 8.800, pivot 8.700, dan support 8.600.

Phintraco Sekuritas menilai terdapat sejumlah saham yang patut diperhatikan hari ini. Deretan saham yang direkomendasikan hari ini antara lain PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Bank Panin Tbk. (PNBN), PT Remala Abadi Tbk. (DATA) dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.