
Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke 8.933,26 pada Selasa (27/1/2026). Koreksi ini seturut penurunan sejumlah saham big caps, seperti ASII, BBCA, hingga AMMN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,47% atau 42,06 poin ke level 8.933,26 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.927,95 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.978,84.
Tercatat, sebanyak 206 saham menguat, lalu 291 saham terkoreksi, dan 163 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp16.295,16 triliun.
Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang masih menguat antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (PANI) sebesar 0,93% ke Rp111.625 dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tumbuh 0,53% ke Rp9.425 per saham.
: Menilik Kejatuhan Saham Bank di Lantai Bursa
Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat 0,47% menuju level Rp2.160 per saham dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatat kenaikan sebesar 0,45% menjadi Rp11.100 per saham.
Sebaliknya saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah sebesar 1,82% menjadi Rp6.750 per saham, sementara PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi sebesar 1,31% menuju level Rp7.550 per saham.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut melemah 1,30% menjadi Rp3.800, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 0,74% ke Rp6.750, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terkoreksi 0,64%.
Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang melesat 21,43% ke Rp765 dan saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) naik 20% ke Rp6.600 per saham.
Di sisi lain, saham de top losers dihuni oleh saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) yang turun 9,68% menjadi Rp560 dan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) terkoreksi 9,05% ke Rp402 per saham.
Ajaib Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini,. Setelah rebound pada perdagangan sebelumnya, indeks kini menatap level psikologis baru dengan rentang pergerakan di kisaran 8.880 hingga 9.050.
Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menjelaskan bahwa penguatan IHSG sebesar 0,27% ke level 8.975 pada Senin (26/1) menjadi sinyal positif setelah indeks mengalami koreksi selama tiga hari berturut-turut.
Kenaikan tersebut utamanya ditopang oleh sektor material dasar yang mendapat angin segar dari apresiasi harga emas dan nikel global.
“Investor asing mencatatkan beli bersih terbatas sebesar Rp24,2 miliar di seluruh pasar. Posisi ini membaik dibandingkan kondisi sesi pertama yang sempat mencatatkan aliran modal keluar hingga Rp513 miliar,” ujar Ratih.
INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR – TradingView
Dia menambahkan sentimen domestik juga diperkuat oleh penguatan nilai tukar rupiah JISDOR ke level Rp16.779 per dolar AS, seiring dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke level terendah sejak September 2025.
Dari kancah global, bursa Wall Street mencatatkan penguatan terbatas di mana indeks S&P 500 naik 0,50% dan Dow Jones menguat 0,64%.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa atau big techseperti Microsoft, Meta, Tesla, dan Apple.
Selain itu, pelaku pasar mengantisipasi pertemuan FOMC The Fed pada 27-28 Januari 2026. Bank sentral AS tersebut diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%–3,75% di tengah ketidakpastian geopolitik.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.