Saham emas pilihan ANTM hingga ARCI saat harga logam mulia memanas
Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Saham emas seperti EMAS, ANTM, dan HRTA melonjak seiring kenaikan harga emas global akibat ketidakpastian kebijakan AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Harga emas Antam naik signifikan dalam sepekan, 1 gram naik Rp184.000, sementara 1.000 gram naik Rp184 juta, dari 19-24 Januari 2026.
Investor besar mengurangi saham di MDKA dan BRMS, meski harga emas naik. MDKA naik 42,06% dan BRMS 7,20% di 2026. Emas diprediksi terus menguat.
Saham HRTA, ARCI, dan ANTM menguat seiring harga emas dunia cetak ATH, didorong pelemahan data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik global.
Harga buyback emas Antam naik Rp34.000 ke Rp2.405.000, mendekati rekor ATH. Kenaikan ini dipengaruhi harga emas global dan ketegangan geopolitik.
Harga buyback emas Antam naik Rp25.000 menjadi Rp2.371.000 pada 5 Januari 2026, mendekati rekor ATH Rp2.464.000. Kenaikan ini dipengaruhi oleh risiko geopolitik global.
Harga buyback emas Antam naik 70,10% hingga 14 Desember 2025, mencapai Rp2.322.000 per gram, dipengaruhi oleh kenaikan harga emas global.
Harga emas Antam naik Rp53.000 sepekan setelah The Fed memangkas suku bunga, mencapai Rp2.462.000 per gram pada 13 Desember 2025.
Harga buyback emas Antam naik 66,22% hingga Rp2.269.000 pada 8 Desember 2025, dipengaruhi spekulasi pergantian pemimpin The Fed dan ketegangan geopolitik.
Inflasi Kota Malang pada November 2025 melandai ke 0,16% mtm, didorong kenaikan harga makanan dan emas. TPID berperan penting dalam pengendalian inflasi.