BI ungkap likuiditas perbankan RI melimpah, permintaan masyarakat penyebab credit gap
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
Bank Indonesia menyatakan likuiditas perbankan melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal karena lemahnya permintaan dan tingginya suku bunga.
BI mencatat pemanfaatan KLM baru 4,83% dari DPK dan masih ada ruang 0,7% untuk menekan bunga kredit.
Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Bank Indonesia melanjutkan kebijakan pro-growth dengan membeli SBN Rp39,92 triliun hingga 18 Februari 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Bank Indonesia akan menerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) baru mulai 1 Desember 2025 untuk meningkatkan likuiditas bank.