Pemerintah Norwegia jadi pemegang saham 21 emiten RI dari AKRA, CTRA, hingga WIFI
Pemerintah Norwegia memegang saham di 20 emiten Indonesia, termasuk AKRA, CTRA, dan WIFI, dengan kepemilikan di sektor properti, pertambangan, dan lainnya.
Pemerintah Norwegia memegang saham di 20 emiten Indonesia, termasuk AKRA, CTRA, dan WIFI, dengan kepemilikan di sektor properti, pertambangan, dan lainnya.
Pemerintah Norwegia memegang saham di 20 emiten Indonesia, termasuk AKRA, CTRA, dan WIFI, dengan kepemilikan di sektor properti, pertambangan, dan lainnya.
IHSG berpotensi menguat ke level 9.123-9.151 setelah mencapai all time high 9.133, meski volume beli mulai menurun. Cermati saham INET, JPFA & SMRA.
Komisaris Summarecon, Liliawati Rahardjo, borong 5,5 juta saham SMRA, kini total 943,50 juta lembar. SMRA raih marketing sales Rp5,52 triliun di 2025.
Liliawati Rahardjo, Komisaris SMRA, menambah kepemilikan saham menjadi 5,47% dengan membeli 13,06 juta lembar. Pendapatan SMRA turun 14,87% YoY, laba bersih turun 41,39%.
Perpanjangan insentif PPN DTP hingga 2027 di sektor properti berpotensi meningkatkan kinerja saham seperti SMRA dan BSDE, meski belum sepenuhnya tercermin di pasar.
IHSG diproyeksi menguat ke level resistance 8.300, investor disarankan perhatikan saham ADMR, PGEO, MYOR, dengan potensi buy on weakness dan speculative buy.