
Ifonti.com JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan hari ini, Senin (30/3/2026), di zona merah di tengah pergerakan mayoritas saham konstituen yang melemah. Terpantau sejumlah saham yang memimpin pelemahan adalah AMRT hingga BBCA.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB, indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dibuka melemah sebesar 6,67 basis point aatu 1,37% ke level 478,47. Sebanyak 20 saham konstituen terpantau melemah sisanya 7 saham menguat.
Sejumlah saham yang menahan laju pergerakan indeks adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun sebesar 4,81% ke level Rp1.385, disusul saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 4,67% ke level Rp5.100, selanjutnya sama PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) anjlok 3,90% ke level Rp1.110.
Berikutnya saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 3,36% ke level Rp6.475.
Sebaliknya saham-saham yang mengalami penguatan adalah saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 1,56% ke level Rp1.625, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menguat 1,52% ke level Rp2.000, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 0,92% ke level Rp1.100, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,66% ke level Rp3.070.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 30 Maret 2026
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut ketidakpastian kelanjutan upaya negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah menguat kembali, meskipun Iran memperbolehkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026, namun laporan tentang penambahan 10.000 pasukan AS semakin memicu kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan. Serangan Houthi Yaman terhadap Israel, semakin menambah eskalasi perang.
Konflik yang berlangsung lebih lama dikhawatirkan akan berdampak bukan hanya pada kenaikan harga saja, namun juga pada ketersediaan minyak mentah. Beberapa negara, terutama dari Asia, telah mengumumkan krisis BBM. Jika ini berlangsung lama dan meluas akan berdampak pada perlambatan ekonomi global serta memicu potensi stagflasi.
Dari domestik akan dirilis beberapa data ekonomi pada Rabu (1/4), yaitu indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, serta inflasi. BEI akan merevisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal II/2026.
“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati, jika tidak ada perubahan positif pekan ini,” tulis tim riset, Senin (30/3/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.