
Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 7.023,96 pada Senin (4/5/2026). Kenaikan ini seturut kenaikan sejumlah saham big caps, antara lain TPIA, BREN, UNVR, hingga AMMN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 0,97% atau 67,61 poin menuju level 7.023,96. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 6.988,44 dan sempat ke posisi 7.027,14.
Tercatat, sebanyak 360 saham menguat, lalu 159 saham terkoreksi, dan 185 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp12.561,88 triliun.
Saham big caps yang meningkat paling tinggi antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang terapresiasi 4,25% menjadi Rp5.525 dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tumbuh 3,36% ke level Rp4.610.
: IHSG Pekan Ini Rentan Tertekan, Saham Nikel dan CPO jadi Andalan
Selain itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga menguat 2,61%, disusul saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) naik sebesar 2,37%, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tumbuh 1,96%.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) yang melonjak sebesar 21,21% ke level Rp80, sementara PT Martina Berto Tbk. (MBTO) tumbuh 18,85% menjadi Rp145 per saham.
Adapun posisi top losers ditempati PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) yang turun 8,38% menjadi Rp1.750, dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) melemah 7,69% ke Rp1.560 per saham.
Hari ini, indeks komposit diproyeksikan memiliki peluang untuk mengalami technical rebound setelah tertekan signifikan pada pekan sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat menuju rentang level 7.000 hingga 7.050. Namun demikian, indeks dinilai masih rentan melanjutkan koreksi jika belum mampu menembus titik resistansi di atas 7.150.
“Support IHSG hari ini berada di level 6.850–6.900, sementara resistansi terdekat di 7.000–7.050,” ucap Fanny dalam risetnya, Senin (4/5/2026).
Sebagai catatan, IHSG menutup pekan lalu dengan koreksi sebesar 2,03%. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,65 triliun, dengan fokus penjualan pada saham-saham big caps seperti BBCA, BBRI, BMRI, serta saham ANTM dan GOTO.
Dari pasar global, Wall Street menunjukkan performa bervariasi namun cenderung positif dengan rekor penutupan tertinggi pada S&P 500 dan Nasdaq.
Penguatan tersebut didorong oleh kinerja keuangan emiten yang solid, seperti Apple yang naik 3,3% berkat permintaan iPhone 17, serta lonjakan saham sektor teknologi lainnya seperti Atlassian dan Salesforce.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.