Rilis data ekonomi AS tekan Wall Street, investor tunggu sinyal The Fed
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
The Fed memangkas suku bunga untuk menghadapi 2026, menyeimbangkan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, dengan target pertumbuhan ekonomi 2,25% pada 2026.
Wall Street ditutup variatif; Dow naik, Nasdaq turun. The Fed sinyalkan kebijakan longgar, sektor material dan keuangan menguat, Oracle anjlok.
Wall Street menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan mayoritas sektor S&P 500 naik. Proyeksi PDB AS 2026 naik jadi 2,3%.
The Fed menghadapi transisi kepemimpinan dan tekanan politik pada 2026, dengan pergantian ketua dan tantangan independensi di tengah proses nominasi ketat.
Wall Street menguat didorong harapan kebijakan dovish The Fed. Dow Jones naik 0,96%, S&P 500 naik 0,40%, Nasdaq naik 0,25%. Data ekonomi mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mendorong pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 karena pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan pada konsumen.
Sejumlah saham berpotensi naik akhir 2025 berkat momentum Santa Claus Rally, didorong pelonggaran moneter The Fed dan stimulus domestik.
Pengunduran diri anggota Dewan Gubernur The Fed Adriana Kugler terungkap dalam dokumen yang dirilis oleh Office of Government Ethics (OGE) akhir pekan lalu.
Santa Claus Rally diprediksi menggairahkan pasar saham akhir 2025 berkat stimulus pemerintah dan pelonggaran The Fed. Saham perbankan besar jadi fokus.