IHSG ditutup rebound ke 7.710 ditopang saham BBCA, BBNI, dan BMRI

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke 7.710,53 pada Kamis (5/3/2026). Adapun kondisi ini sejalan dengan penguatan saham big caps, seperti AMMN, BBCA, BBNI, dan BMRI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat sebesar 1,76% atau 133,47 poin menuju 7.710,53. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 7.695,34 dan sempat menyentuh posisi tertingginya ke level 7.765,61.

Tercatat, ada 597 saham menguat, 125 saham turun, dan 96 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp13.754 triliun.

Dari jajaran saham big caps, kenaikan tertinggi ditorehkan saham PT Amman Mineral Internasional Indonesia Tbk. (AMMN) yang menguat sebesar 3,28% ke posisi Rp6.300, sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan kenaikan sebesar 3,27% menuju level Rp7.100 per saham.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut menopang indeks dengan kenaikan 3,13% ke level Rp4.280. Adapun saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meningkat 2,91% menjadi Rp5.125 per saham.

Sebaliknya, saham milik taipan Low Tuck Kwong yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun 2,37% ke level Rp13.375 dan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi sebesar 1,68% menjadi Rp7.300 per saham. 

: : IHSG Dibuka Rebound, Saham CUAN, BUMI, hingga BIPI Menguat Pagi Ini

Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Pikko Land Development Tbk. (RODA) yang naik 34,55% ke Rp74, sementara PT Trimitra Propertindo Tbk. (SOTS) tumbuh 34,55% menjadi Rp78 per saham.

Di sisi lain, posisi saham paling boncos atau top losers ditempati PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) yang turun 14,60% menjadi Rp1.170, dan PT Indospring Tbk. (INDS) melemah 14,52% ke Rp795 per saham.

: : IHSG Hari Ini (5/3) Berpeluang Rebound, Saham HRTA, AADI, ESSA jadi Jagoan

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG sempat ditutup menguat 1,67% ke 7.703,79 pada perdagangan sesi pertama.

Secara teknikal, lanjutnya, indikator momentum menunjukkan perbaikan yang tercermin dari penyempitan negative slope pada indikator MACD, disertai dengan pergerakan Stochastic RSI yang mulai rebound dari area oversold.

“Kombinasi sinyal tersebut mengindikasikan adanya potensi kelanjutan penguatan dalam jangka pendek, meskipun dengan ruang kenaikan masih akan sangat bergantung dengan sentiment global maupun domestik,” ucap Valdy.

_______ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.