
Ifonti.com JAKARTA – Kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sesi I perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026), terkoreksi 3,49%. Bersamaan dengan amblesnya IHSG sepanjang 3 jam pertama perdagangan, sejumlah saham terafiliasi konglomerat Tanah Air juga bergerak lesu sepanjang perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 12.05 WIB, IHSG ditutup pada level 7.321,07 lantaran koreksi 3,49%. Level ini terakhir dialami IHSG pada Juli 2025, selepas ambles lantaran pengumuman tarif Trump pada April 2025.
Adapun IHSG bergerak melemah sejak pembukaan perdagangan. Pagi tadi, IHSG dibuka di level 7.374,31 dan sekaligus menjadi level tertingginya selama perdagangan hari ini. Sementara itu, IHSG juga sempat menyentuh level terendahnya 7.156,68.
: IHSG Terseret Strategi Risk Off, Analis Sarankan Investor Borong Emiten Fundamental
Sejalan dengan lesunya IHSG, sejumlah saham milik konglomerat Tanah Air juga ditinggalkan investor. Hal itu tampak pada kinerja PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 4,53% ke Rp7.375, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 4,18% ke Rp1.490, atau saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) melemah 5,03% ke Rp850.
Pelemahan juga dialami oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang melemah 2,65% ke Rp1.285 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang bergerak melemah 1,19% ke Rp6.250. Hanya saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang bergerak menguat 1,81% ke Rp5.050.
Dari Grup Djarum, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,79% ke Rp6.875, PT Remala Abadi Tbk. (DATA) melemah 7,81% ke Rp3.540, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) melemah 3,77% ke Rp510, dan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) melemah 3,75% ke Rp462.
Hal serupa dialami oleh Boy Thohir, dengan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 5,05% ke Rp1.880, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 4,17% ke Rp2.300, PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) melemah 9,09% ke Rp40, dan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) melemah 4,61% ke Rp725.
Kinerja saham Aburizal Bakrie juga sama lesunya, dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terkoreksi 6,88% ke Rp745, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melemah 4,35% ke Rp220, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 6,85% ke Rp408, hingga PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) melemah 9,09% ke Rp40.
Hal yang sama terjadi pada PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang melemah 1,37% ke Rp1.800, PT Bakrieland Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) melemah 8,7% ke Rp252, dan saham PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) melemah 8,11% ke Rp34.
Sebelumnya, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengatakan pasar saat ini masih dibayang-bayangi oleh sejumlah sentimen negatif mulai dari geopolitik global sampai kondisi fiskal dalam negeri.
Menurutnya, ada sentimen Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil, meski peringkat kredit tetap di level BBB (investment grade).
“Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” terang David dalam riset mingguan, Senin (9/3/2026).
Dari domestik ada sentimen fiscal policy at risk, usai beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit dan program belanja sosial menimbulkan kekhawatiran sebagian investor mengenai disiplin fiskal dan kepastian kebijakan.
“Hal ini ikut memicu arus keluar dana asing dari saham dan obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama pelaku pasar pada pekan ini kemungkinan masih tertuju pada stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar.