The Fed tahan suku bunga acuan dalam FOMC Maret 2026
The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada Maret 2026, meski ada ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah dan inflasi tinggi.
IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan depan, dipengaruhi data ekonomi global dan domestik serta kebijakan moneter AS dan China.
Kevin Warsh, calon bos The Fed, menghadapi ujian besar dengan rencana mengurangi neraca dan menjaga inflasi rendah di tengah tekanan politik untuk menurunkan suku bunga.
The Fed mempertahankan suku bunga 3,5%-3,75% pada Januari 2026, didorong oleh stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski inflasi masih tinggi.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Presiden Fed New York, John Williams, menilai suku bunga saat ini tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2%.
Menkeu AS Scott Bessent dorong The Fed pangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meski risiko inflasi meningkat.
Bank Sentral AS The Fed berpeluang memangkas suku bunga pada akhir 2026.
Wall Street menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan mayoritas sektor S&P 500 naik. Proyeksi PDB AS 2026 naik jadi 2,3%.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mendorong pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 karena pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan pada konsumen.