Kemenkeu klaim tekanan di pasar obligasi murni karena faktor eksternal
Kemenkeu menyatakan tekanan pasar obligasi Indonesia akibat faktor eksternal, namun kinerja SBN tetap baik. Spread SBN-UST rendah, menunjukkan kepercayaan investor.
Kemenkeu menyatakan tekanan pasar obligasi Indonesia akibat faktor eksternal, namun kinerja SBN tetap baik. Spread SBN-UST rendah, menunjukkan kepercayaan investor.
BI dan Kemenkeu sepakat melakukan debt switch senilai Rp173,4 triliun untuk APBN 2026, bertujuan menjaga stabilitas yield SBN meski beban utang meningkat.
Pemerintah dan BI lakukan debt switch Rp173,4 triliun di 2026 untuk stabilkan yield SBN, namun risiko ketergantungan bisa turunkan kepercayaan investor.
Kemenkeu dan BI sepakat lakukan debt switch Rp173,4 triliun pada 2026 untuk stabilkan yield SBN dan kurangi penerbitan utang baru, menjaga stabilitas pasar.
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Modal asing sebesar Rp240 miliar masuk ke Indonesia pada 15-18 Desember 2025, dengan pembelian di pasar saham dan SRBI, meski ada penjualan di SBN.
Modal asing Rp1 triliun masuk ke pasar saham Indonesia pekan ini, meski secara tahunan aliran modal asing masih minus Rp179,17 triliun.
Modal asing sebesar Rp9,76 triliun keluar dari pasar keuangan Indonesia pada 29 September-2 Oktober 2025, dengan penjualan besar di SBN dan saham.
Modal asing keluar bersih Rp2,71 triliun dari pasar keuangan RI pada 22-25 Sep 2025, meski saham diburu dengan masuk bersih Rp4,51 triliun. Risiko investasi meningkat.
IHSG terkoreksi 1,53% ke 7.830,49 akibat gejolak sosial-politik RI. Meski tren kuartal IV biasanya bullish, ketidakstabilan politik bisa menghambat.