Indeks Bisnis-27 dibuka melemah, saham BRMS, ANTM, hingga BUMI masih melaju

Ifonti.com JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). Meskipun begitu, sejumlah emiten seperti BRMS, ANTM, hingga BUMI masih bergerak menguat pada pembukaan perdagangan.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,22% ke level 455,41. Dari 27 konstituen, sebanyak 9 saham menguat, 16 melemah, dan 2 saham stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 1,39% ke Rp730, diikuti saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 1,27% ke Rp3.200, dan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 0,97% ke Rp208.

Selain itu, penguatan harga saham juga dialami oleh PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang naik 0,91% ke Rp444, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,79% ke Rp3.830, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,65% ke Rp3.080.

: IHSG Dibuka Rebound Tipis 0,04% ke Level 6.602, Pasar Cermati RDG BI

Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang turun 2,47% ke Rp1.380, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 2,34% ke Rp5.225, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 1,55% ke Rp1.585.

Nasib serupa dialami oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang turun 1,43% ke Rp4.140, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 1,36% ke Rp1.810, dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 1,07% ke Rp1.850.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini risiko koreksi dan memberi rekomendasi saham unggulan pada perdagangan, Selasa (19/5/2026).

Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.307-6.379,” tulis MNC Sekuritas, Selasa (19/5/2026). Analis memperkirakan level support IHSG ada di area 6.270 dan 6.148, serta di level resistance 6.640 dan 6.745.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.