IHSG ditutup ambles 2,08% ke 7.935 terseret revisi outlook Moody’s

Ifonti.com , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 7.935,26 pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Penurunan ini seturut perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi sebesar 2,08% atau 168,61 poin menuju 7.935,26. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 7.945,04 dan menyentuh posisi tertingginya ke level 8.025,14. 

Tercatat, hanya 107 saham naik, 646 saham turun, dan 68 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp14.369 triliun.

Di tengah penurunan kinerja indeks komposit, saham dengan kapitalisasi jumbo atau big caps seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) masih mencatatkan penguatan sebesar 4,07% ke level Rp2.300 per saham. 

: Danantara Perkuat Disiplin Investasi Usai Moody’s Pangkas Outlook RI

Posisi itu disusul saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 4,07% menjadi Rp3.380 per saham, sementara PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (ASII) meningkat sebesar 1,42% ke level Rp8.925 per saham. 

Adapun penurunan harga ditorehkan oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang terkoreksi 3,60% ke posisi Rp6.700, sedangkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 2,98% ke Rp85.375 per saham.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turut mengalami penurunan 2,73% menjadi Rp8.025 per saham, dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mencatat koreksi sebesar 2,35% menuju level Rp14.575.

Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang naik 34,78% ke Rp248, sementara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) tumbuh 24,82% menjadi Rp1.710 per saham.

Di sisi lain, posisi saham paling boncos atau top losers ditempati oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (MINA) yang terkoreksi 15% menjadi Rp85, dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) melemah 14,94% ke Rp131.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG sempat ditutup melemah 2,83% ke 7.874,42 pada perdagangan sesi pertama. 

Secara teknikal, lanjutnya, indeks masih bergerak di bawah resistance dinamis MA5 di kisaran 8.000, sementara indikator MACD histogram tetap berada di area negatif dan cenderung melebar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa momentum pelemahan sejauh ini masih belum mereda.  

Dari sisi sentimen, tekanan pasar dipicu respons pelaku pasar terhadap perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif. 

“Dengan kombinasi kedua sentimen tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak volatil dalam rentang 7.750 hingga 8.000 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujar Valdy dalam publikasi riset harian, Jumat (6/2). 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.