Reksadana mulai pulih, prospek masih dibayangi suku bunga dan geopolitik

Ifonti.com JAKARTA. Kinerja industri reksadana mulai menunjukkan pemulihan sejak 2025 setelah sempat tertekan selama pandemi Covid-19. Meski demikian, pergerakannya pada awal 2026 masih dibayangi volatilitas pasar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat naik dari Rp 706 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 717 triliun di Februari 2026. Namun, pada Maret 2026, NAB kembali terkoreksi menjadi…

Harga saham BREN dan DSSA anjlok usai pengumuman dari MSCI

Ifonti.com JAKARTA. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kompak mengalami penurunan setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham BREN melorot 7,95% ke level Rp 6.075 per saham pada perdagangan intraday Selasa (21/4). Begitu pula dengan harga saham DSSA yang merosot 13,76% ke level Rp 2.820 per saham. Penurunan…

Emiten konstruksi bukukan kinerja beragam, simak rekomendasi analis

Ifonti.com JAKARTA. Kinerja emiten jasa konstruksi sepanjang 2025 menunjukkan kontras tajam. Di satu sisi, pemain swasta mencatat pertumbuhan solid baik dari pendapatan maupun laba. Di sisi lain, emiten konstruksi pelat merah masih bergulat dengan tekanan kinerja dan beban keuangan. Emiten swasta seperti PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) tampil impresif. Pendapatan TOTL melonjak 26,35% menjadi Rp 3,90 triliun pada 2025, dari Rp 3,08 triliun…

Harga emas Antam Selasa 21 April 2026 naik Rp40 ribu per gram, buyback melambung Rp50 ribu

Ringkasan Berita: Satu gram emas Antam hari ini dijual di harga Rp 2.880.000. Emas batangan Antam ukuran 0,5 gram yang termurah, hari ini dijual di harga Rp 1.490.000. Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini di angka Rp 2.690.000. Ifonti.com Berikut rincian harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam hari ini, Selasa (21/4/2026). Harga emas dan buyback emas Antam ini berdasarkan informasi dari Unit Bisnis…

BEI intensif lobi MSCI, ancaman downgrade saham Indonesia mulai mereda

Ifonti.com JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan penyedia indeks global, MSCI, di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. Langkah ini dilakukan seiring sinyal meredanya risiko penurunan status (downgrade) saham Indonesia di indeks global. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI dan berharap lembaga tersebut segera mengakui…

Dilanda aksi jual asing, cermati rekomendasi saham BBCA

Ifonti.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih belum mampu bangkit dari tekanan. Hingga penutupan perdagangan Senin (20/4/2026), harga BBCA hanya naik tipis 0,78% ke level Rp 6.475 per saham—masih jauh di bawah psikologis Rp 7.000. Sejak awal tahun, tekanan terhadap saham bank berkapitalisasi jumbo ini terbilang dalam. BBCA sudah terkoreksi 19,81% secara year to date (YtD) dan menjadi salah satu penekan utama Indeks Harga…

Laba bersih Astra Otoparts (AUTO) naik 10,55% jadi Rp 558 miliar pada kuartal I-2026

Ifonti.com JAKARTA. Emiten dari grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melaporkan kenaikan kinerja keuangan pada sepanjang kuartal I-2026. Dalam laporan keuangannya, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 5,25 triliun di periode tiga bulan pertama tahun 2026. Perolehan itu meningkat 7,4% secara year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 4,89 triliun. Secara rinci, pendapatan pihak ketiga dari segmen lokal…

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,52% ke 494,45, saham BBRI hingga TLKM jadi penekan

Indeks Bisnis-27 turun 0,52% ke 494,45 karena sentimen global dan ketegangan geopolitik. Saham BBRI dan TLKM jadi penekan, sementara UNTR dan ASRI menguat.

BEI buka suara soal keputusan MSCI pertahankan pembatasan saham Indonesia

Ifonti.com JAKARTA. Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal keputusan MSCI untuk mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang. Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini. Keputusan tersebut diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru…