OJK perketat transparansi UBO dan data kepemilikan saham
OJK perketat transparansi UBO dan data kepemilikan saham untuk reformasi pasar modal, tingkatkan kredibilitas investasi Indonesia dengan praktik internasional.
OJK perketat transparansi UBO dan data kepemilikan saham untuk reformasi pasar modal, tingkatkan kredibilitas investasi Indonesia dengan praktik internasional.
Friderica Widyasari Dewi, pimpinan baru OJK, berkomitmen mempercepat reformasi pasar modal dengan meningkatkan kualitas emiten, melindungi investor ritel, dan memberantas saham gorengan.
BEI memiliki 7 calon emiten IPO hingga Januari 2026, didominasi perusahaan besar dengan aset di atas Rp250 miliar, tanpa BUMN.
BEI dan OJK mengkaji peningkatan free float saham dari 7,5% menjadi 10% untuk memperdalam pasar. Kenaikan ini butuh dana Rp21 triliun, sementara 15% butuh Rp203 triliun.
Danantara Indonesia berencana membawa BUMN dan anak usaha IPO di BEI pada 2025, dengan investasi US$10 miliar untuk mengembangkan pasar modal domestik.
Rumor investasi asing di pusat data Indonesia memicu kenaikan saham properti, termasuk PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL).