Dolar AS perkasa didorong spekulasi The Fed tahan pemangkasan suku bunga
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Dolar AS menguat karena spekulasi The Fed tidak akan memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan, meski tekanan dari kebijakan Trump masih ada.
Bank Indonesia diperkirakan masih akan memangkas suku bunga acuan beberapa kali hingga akhir 2026. Kapan saja prediksi waktunya?
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyarankan suku bunga AS tetap ketat untuk mengendalikan inflasi, meski pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Presiden Fed New York, John Williams, menilai suku bunga saat ini tepat untuk menstabilkan pasar tenaga kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2%.
HSBC memprediksi Bank Indonesia akan memangkas suku bunga tiga kali pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan total penurunan 75 bps.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menghadapi ancaman dakwaan pidana dari DOJ, meningkatkan ketegangan dengan Trump yang menekan independensi The Fed.
Menkeu AS Scott Bessent dorong The Fed pangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meski risiko inflasi meningkat.
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bank Sentral Thailand memangkas suku bunga ke 1,25% untuk mendukung ekonomi yang tertekan penguatan baht dan ketidakpastian politik, berbeda dengan BI yang menahan suku bunga.