Efek domino suku bunga BI, permintaan RDPT di 2025 melesat 66,93%!
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Permintaan reksa dana pendapatan tetap naik 66,93% di 2025 karena pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, menarik minat investor dari obligasi.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bank Sentral Thailand memangkas suku bunga ke 1,25% untuk mendukung ekonomi yang tertekan penguatan baht dan ketidakpastian politik, berbeda dengan BI yang menahan suku bunga.
Wall Street melemah akibat data ekonomi AS yang mengecewakan, investor menunggu sinyal kebijakan The Fed. Indeks utama turun, sektor energi tertekan.
The Fed memangkas suku bunga untuk menghadapi 2026, menyeimbangkan risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, dengan target pertumbuhan ekonomi 2,25% pada 2026.
Sejumlah katalis yang memungkinkan harga emas mencapai level lebih tinggi di sisa 2025, salah satunya ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan The Fed.
Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan Kevin Hassett dan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed, menggantikan Jerome Powell, dengan fokus pada kebijakan suku bunga.
Rupiah menguat ke Rp16.667 per dolar AS setelah The Fed menurunkan suku bunga 25 bps. Penguatan juga dialami mata uang Asia lainnya.
The Fed memangkas suku bunga 0,25% ke level 3,50%-3,75% pada Desember 2025. Keputusan ini menuai perbedaan pandangan di internal dan kritik dari Donald Trump.
Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, menjadi kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Trump ingin sosok yang dekat dengannya dan mendukung pemangkasan suku bunga.