BI beli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun sampai 16 Maret 2026
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat melanjutkan debt switching SBN senilai Rp174 triliun tahun ini, tanpa istilah burden sharing, untuk mendukung kebijakan fiskal dan moneter.
Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, berjanji sinergi moneter-fiskal untuk dorong ekonomi, didukung semua fraksi DPR.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN hampir Rp270 triliun sejak Januari 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi
Airlangga Hartarto menyatakan skema burden sharing antara BI dan Kemenkeu akan dibahas lebih lanjut untuk mendukung program Asta Cita dan stabilisasi ekonomi.
Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah aksi massa dengan intervensi pasar dan memastikan kecukupan likuiditas.